News Video
NEWS VIDEO Kebakaran Lapas Tangerang Menjadi Sorotan Media Asing
Kebakaran besar yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021) lalu tidak hanya menjadi pemberitaan nasional.
TRIBUNKALTIM.CO - Kebakaran besar yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021) lalu tidak hanya menjadi pemberitaan nasional tapi juga dunia.
Sejumlah media asing turut memberitakan kebakaran lapas Tangerang yang menewaskan 44 orang dan puluhan lainnya luka-luka.
Setidaknya ada sembilan media asing arus utama yang ikut memberitakan kebakaran di Lapas Tangerang.
Mulai dari media Inggris Reuters hingga New York Times dari Amerika Serikat (AS).
Sorotan dari media asing ini tertuju pada overcapacity atau jumlah penghuni yang melebihi kapasitas serta sistem kelistrikan Lapas.
Berikut sembilan media asing yang turut memberitakan kebakaran Lapas kelas I Tangerang:
1. Reuters
Media yang berbasis di London ini menulis artikel "Fire Kills 41 in Overcrowded Indonesia Prison Block" dalam pemberitaannya terkait kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang.
Tidak hanya memberitakan penyebab kebakaran yang diduga berasal dari korsleting, Reuters juga menyoroti warga asing yang turut menjadi korban dalam kebakaran tersebut.
Dilaporkan terdapat 2 warga negara asing yang turut menjadi korban yakni warga negara Afrika Selatan dan Portugal.
Selain itu, permasalahan overcapacity pada Lapas di Indonesia juga ikut menjadi sorotan dalam berita yang ditulis Reuters tersebut.
2. New York Times
Media AS New York Times turut memberitakan kebakaran besar ini dengan menurunkan berita berjudul "At Least 41 Prisoners, Some Trapped in Cells, Die in a Fire in Indonesia".
"Kebakaran di sebuah penjara di Indonesia menewaskan sedikitnya 41 orang dan melukai delapan lainnya, kata pihak berwenang pada hari Rabu, menambah rasa krisis yang dihadapi sistem pemasyarakatan yang penuh sesak di negara itu, yang telah diterpa pandemi," tulis New York Times.
Dalam beritanya, New York Times juga menyoroti permasalahan overcapacity di Lapas Kelas I Tangerang.
Disebutkan bahwa kapasitas penjara yang seharusnya memuat 900 orang malah dihuni hingga 2.072 orang.
Selain itu mereka juga menyinggung mengenai sistem kelistrikan pada Lapas yang dibangun di tahun 1972 itu yang sudah lama tidak diperbarui.
Dengan mengutip data dari Human Rights Watch, New York Times menyebut Indonesia memiliki sekitar 270.000 narapidana atau dua kali lipat kapasitas sistem.
Masih dari laporan yang sama, sarana dan prasarana untuk menahan wabah dan merawat tahanan yang sakit penjara Indonesia dinilai masih kurang.
Itu terkait tentang perawatan kesehatan, air, sanitasi dan kebersihan.
3. ABC
Media Australia ABC memuat pemberitaan mengenai kebakaran Lapas Tangerang dengan tulisan berjudul “Fire breaks out at Indonesian prison as inmates sleep, killing 41 including two foreigners".
Seperti Reuters, ABC juga menyoroti mengenai dua orang WNA yang menjadi korban tewas dalam kebakaran tersebut.
Selain itu ABC juga menyoroti kriminalitas serta buruknya sistem penjara di Indonesia.
Dalam tulisannya disebutkan bahwa pembobolan penjara dan kerusuhan yang berujung luka-luka tahanan adalah hal biasa di Indonesia, di mana kepadatan menjadi masalah.
Masih dalam laporan yang sama disebutkan bahwa pada Maret 2020, negara itu (Indonesia) memiliki hampir 270.000 narapidana, lebih dari dua kali lipat dari total kapasitas 133.000, menurut Human Rights Watch.
Sejumlah besar orang telah ditangkap dalam perang negara melawan obat-obatan terlarang tetapi sebagian besar penjara di Indonesia berjuang dengan pendanaan yang buruk.
4. Washington Post
Selain New York Times, media AS lainnya yang turut memberitakan kebakaran Lapas Tangerang adalah The Washington Post.
Washington Post memuat artikel berjudul “A fire in a packed Indonesian prison killed 41 convicts. Many were trapped in their cells".
The Washington Post menggambarkan kejadian dari tayangan berita dari media lokal.
"Rekaman menunjukkan dinding hangus dan pintu besi hangus dari kamar tempat para tahanan tidur sebelum api mencapai mereka. Lusinan orang menderita luka-luka, delapan di antaranya mengalami luka bakar parah, sebuah saluran TV lokal melaporkan," tulis The Washington Post.
Selain itu disoroti juga tentang blok penjara yang telah dijejali lebih dari tiga kali lipat kapasitas seharusnya.
The Washington Post mengutip keterangan penyebab kebakaran dari Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham Rika Aprianti.
5. Anadolu Agency
Media yang berbasis di Turki ini memuat berita dengan judul "Fire at Indonesian prison kills at least 41 inmates".
Anadolu Agency atau AA mengutip keterangan dari Menkumham Yasonna Laoly dan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran.
Delapan orang luka berat dan 72 lainnya luka ringan.
Dalam tulisannya disebutkan bahwa kejadian kebakaran terjadi di Blok 2C Lapas Tangerang yang dihuni 122 pengedar narkoba, sekitar pukul 01.45 waktu setempat dan berlangsung sekitar dua jam.
Menurut Menkumham, para korban terkunci di sel mereka, sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk melarikan diri.
6.CNN
Media AS CNN juga ikut memberitakan kebakaran Lapas Tangerang.
Mereka memuat tulisan berjudul "Fire at a prison in Indonesia kills at least 41 people".
CNN menulis sedikitnya 41 tahanan tewas dan sedikitnya delapan terluka setelah kebakaran melahap blok penjara yang penuh sesak di pinggiran ibu kota Indonesia, Jakarta, mengutip keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.
Selain itu disebutkan bahwa Investigasi penyebab kebakaran sedang berlangsung tetapi dugaan awal adalah karena adanya korsleting.
Permasalahan kelebihan kapasitas di Lapas Kelas I Tangerang juga turut disinggung dalam berita tersebut.
7. The Guardian
Media asal Inggris The Guardian membuat tulisan terkait kebakaran Lapas Tangerang dengan judul "Fire at prison in Indonesia kills at least 40 people".
The Guardian menurunkan berita awal sehingga jumlah korban masih 40 orang.
Selain itu terkait penyebab kebakaran, masih diselidiki oleh pihak berwenang.
Dugaan awalnya adalah korsleting namun isi berita banyak dikutip dari Reuters, sehingga data yang ditampilkan mayoritas sama.
8. Deutsche Welle
Media asal Jerman Deutsche Welle (DW) turut memberitakan peristiwa ini. Tulisannya berjudul “Indonesia: Prison fire near Jakarta kills 41".
DW mengutip pemberitaan Reuters pada Rabu (8/9/2021) yang menyebutkan jumlah korban meninggal setidaknya 41 orang (data terbaru bertambah menjadi 44 orang).
Selain itu disoroti juga tentang dua WNA, masing-masing dari Afrika Selatan dan Portugal, yang turut menjadi korban tewas.
9. Al Jazeera
Media asal Qatar ini memuat berita berjudul “Dozens killed in fire at overcrowded Indonesian prison". Al Jazeera menyoroti mengenai kelebihan kapasitas di Lapas Kelas I Tangerang.
Hal itu diperkuat dengan keterangan dari Menkumham Yasonna Laoly yang menyebut penjara tersebut penuh sesak.
Mereka juga mengutip pernyataan Menkumham bahwa para korban terkunci di sel mereka, sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk melarikan diri.
Jessica Washington dari Al Jazeera, melaporkan dari luar kompleks penjara, bahwa setidaknya delapan dari lebih dari 70 narapidana yang terluka berada dalam kondisi kritis dengan lebih dari 90 persen luka bakar di tubuh mereka.
Mungkin juga ada kekurangan alat pemadam kebakaran di tempat kejadian, tambahnya. (*)