Berita Nasional Terkini
Relawan Bocorkan Anies Baswedan Tak Ngotot Nyapres, Gub DKI Dijodohkan dengan The Next Jusuf Kalla
Relawan bocorkan Anies Baswedan tak ngotot nyapres, Gubernur DKI dijodohkan dengan The Next Jusuf Kalla
TRIBUNKALTIM.CO -Anies Baswedan dikabarkan tak ngotot untuk maju sebagai calon Presiden di Pilpres 2024.
Hal ini diungkapkan Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies 24, Muhammad Ramli Rahim usai bertemu Gubernur DKI Jakarta tersebut, Jumat (10/9/2021).
Dari perbincangan tersebut, Ramli menuturkan Anies Baswedan lebih fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur DKI.
Meski demikian, Ramli menuturkan Anies Baswedan siap maju di Pilpres 2024 jika rakyat menginginkan.
Baca juga: Survei Capres, Prabowo Ungguli Anies dan Ganjar di Pulau Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
Baca juga: Sanksi Anies Baswedan Soal Holywings Kemang Diralat Wagub DKI, Bukan Sampai Pandemi Covid-19 Usai
Baca juga: Anies Baswedan Geram, Nilai Holywings Rendahkan Upaya Pengendalian Covid-19, Sanksinya Super Berat
Soal pasangan, Ramli menyarankan Anies Baswedan menggandeng salah satu dari dua tokoh asal Sulawesi Selatan.
Keduanya yakni Syahrul Yasin Limpo atau Andi Amran Sulaiman.
Ramli menilai, kedua sosok dari Sulawesi Selatan tersebut merupakan The Next Jusuf Kalla di Indonesia.
Relawan yang dipimpin Ramli pun mengaku akan tetap membangun jaringan untuk Anies Baswedan di seluruh Indonesia.
Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Relawan Sebut Anies Baswedan Tak Ngotot Nyapres, tapi Selalu Siap Jika Rakyat Menginginkan, relawan Anies Baswedan, Mileanis 24, menyebut jika Gubernur DKI Jakarta tersebut tak ngotot untuk maju sebagai Capres 2024 mendatang.
Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies 24, Muhammad Ramli Rahim, menyebut hal itu diungkapkan Anies saat berjumpa pada Jumat (10/9/2021) di Jakarta.
"Banyak hal yang menjadi bahan pembahasan termasuk nama Anies Baswedan yang hampir selalu masuk 3 besar dan tak jarang berada di puncak," ungkap Ramli kepada Tribunnews.com, Jumat.
Meskipun demikian, ungkap Ramli, Anies tetap akan fokus menuntaskan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga masa jabatan berakhir.
"Anies Baswedan tak terlalu ngotot untuk nyapres dan memilih untuk tetap fokus di Jakarta menuntaskan seluruh janji kampanye dan menjadikan Jakarta maju kotanya, bahagia warganya," ungkap Ramli.
Ramli menyebut masih ada waktu 1 tahun 1 bulan bagi Anies menuntaskan semua janji kampanye tersebut.
"Anies hanya berikhtiar dan Allah tetap yang menjadi penentu, yang terpenting, niat menuntaskan janji kampanye itu begitu kuat, soal hasil akhir, biarlah Allah yang menjadikannya," ungkap Ramli.
Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Anies, Mileanies 24 meminta izin untuk tetap fokus membangun jejaring di seluruh pelosok tanah air dan tidak lagi membatasi diri hanya di 17 provinsi saja di luar Jawa Sumatra.
Dalam pertemuan dengan Ramli, Anies juga sempat membicangkan tokoh-tokoh potensial dari timur Indonesia.
"Dua nama yang mengemuka adalah Amran Sulaeman dan Syahrul Yasin Limpo."
"Dua Tokoh ini dianggap sebagai The Next JK ( Jusuf Kalla) sebagai representasi luar Jawa dan representasi Sulsel sebagai provinsi dengan Jumlah penduduk terbesar di luar Jawa-Sumatra," ungkap Ramli.
Meskipun Anies menyatakan akan fokus ngurus DKI, Mileanies 24 tetap akan melakukan serangkaian deklarasi di berbagai tempat di Indonesia.
Baca juga: Kekayaan Anies Baswedan Bertambah 2 Kali Lipat Sejak jadi Gubernur DKI Jakarta, Lebih Rp 10 Miliar
"Kami juga fokus membangun jaringan agar elektabilitas Anies sebagai Capres tetap berada di puncak apapun sistem Pilpres yang nantinya diputuskan DPR jika harus berubah," ungkap Ramli.
Hasil Survei Terbaru
Lembaga Riset Independen INDex Indonesia merilis hasil survei terbaru mengenai tokoh-tokoh yang muncul sebagai presiden dan wakil presiden di Pamasuka (Papua Maluku Sulawesi Kalimantan).
Cakupan Survei ini adalah empat kepulauan besar di Indonesia, selain Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara.
Survei Index Indonesia dilakukan pada 22-31 Agustus 2021 dengan 1.000 resonden ini, muncul sebagai tokoh potensial Capres menurut masyarakat Pamasuka.
Tak jauh-jauh dari nama-nama yang sudah sering disebut-sebut di berbagai survei sebelumnya dan sudah menjadi perbincangan publik selama ini.
Direktur Eksekutif Index Indonesia Agung Prihatna menjelaskan, terdapat 5 nama yang paling populer di mata responden yang dianggap berpotensi sebagai calon presiden Indonesia tahun 2024.
Yaitu Prabowo Subianto (popularitas 98.3 persen), Anies Baswedan (95.4 persen), Puan Maharani (88.9 persen), Ganjar Pranowo (70.4 persen), dan Airlangga Hartarto (51.4 persen).
"Ketika dipancing dengan pertanyaan tertutup, responden rata-rata mengenal nama-nama tersebut," kata Agung dalam rilis survei secara virtual dikutip dari Tribunnews.com dengan judul Survei Capres di Pamasuka: Prabowo, Anies dan Ganjar Bersaing Ketat, Jumat (10/9/2021).
"Namun yang memiliki nilai popularitas ideal hanya tiga, yaitu Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Puan Maharani, yang dikenal oleh lebih dari 85 persen masyarakat Pamasuka," tambahnya.
Namun, kata Agung, popularitas belum tentu seiring dengan akseptabilitas. Soal seberapa diterima mereka oleh publik sebagai Capres, petanya jadi berbeda.
Tentang ini Anies Baswedan memimpin di angka 86.5 persen, disusul Ganjar Pranowo 86 persen, Prabowo Subianto 85,5 persen, Airlangga Hartarto 68,6 persen dan Puan Maharani di urutan buncit 49,9 persen.
"Meskipun popularitas Ganjar belum ideal namun nilai akseptabilitasnya cukup baik, setara dengan Prabowo dan Anies. Sebaliknya Puan Maharani, popularitas ideal namun akseptabilitasnya rendah," jelasnya.
Apabila dikontestasikan, tiga tokoh yang paling akseptabel tersebut, yaitu Prabowo, Anies, dan Ganjar, memiliki peluang yang sama-sama prospektifnya.
Baca juga: DKI Jakarta Turun PPKM Level 3, Anies Baswedan Belum Putuskan Nasib Tempat Wisata Buka atau Tidak
Baca juga: HASIL Survei CISA, Gubernur Ganjar Pranowo Menggusur Dominasi Anies Baswedan Elektabilitas Capres
Namun petanya masih dapat berubah-ubah sesuai dinamika yang ada.
Setiap nama masih memiliki peluang mengejar satu sama lain karena masih berada dalam angka yang berselisih di tipis.
"Dengan angka saling mengejar, faktor cawapres nantinya akan signifikan untuk meningkatkan elektabilitas," katanya.
Survei Index Indonesia dilakukan selama bulan Agustus dengan 1.000 responden berusia di atas 17 tahun yang dipilih secara random.
Teknik ini diklaim mengandung margin of error 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Wilayah Pamasuka dengan populasi 30 juta pemilih dianggap daerah potensial yang dapat mengubah percaturan politik Pilpres Indonesia. (*)