Breaking News:

Otomotif

Penarikan Kendaraan Tak Bisa Sembarangan, Ada 4 Syarat yang Harus Dimiliki Debt Collector, Apa Saja?

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 2/PUU-XIX/2021, yang merupakan hasil dari putusan MK yang sebelumnya sempat menimbulkan multif tafsir

Editor: Diah Anggraeni
Otomania.com/Dok M+
Ilustrasi debt collector. Masih kerap ditemui debt collector melakukan penarikan secara paksa kendaraan yang mengalami masalah kredit di tempat umum. Padahal, eksekusi penarikan kendaraan dengan kredit bermasalah, seharusnya tidak bisa dilakukan sembarangan lho. 

TRIBUNKALTIM.CO - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 2/PUU-XIX/2021, yang merupakan hasil dari putusan MK yang sebelumnya sempat menimbulkan multif tafsir, menegaskan bahwa eksekusi penyitaan barang kredit atau jaminan fidusia dari debitur dipastikan dapat dilakukan, tanpa perlu melewati proses pengadilan terlebih dahulu.

Meski demikian, masih kerap ditemui debt collector melakukan penarikan secara paksa kendaraan yang mengalami masalah kredit di tempat umum.

Padahal, eksekusi penarikan kendaraan dengan kredit bermasalah, seharusnya tidak bisa dilakukan sembarangan.

Baca juga: Mau Kredit Mobil? Yuk, Pahami Apa itu Fidusia Berikut Manfaat dan Biayanya

Konsumen dan lembaga finance juga sudah dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Adapun penggunaan jasa debt collector oleh perusahaan pembiayaan merupakan hal yang wajar dan sah-sah saja.

Namun, ada empat syarat yang harus dipenuhi debt collector sebelum melaksanakan tugas.

"Pertama, perusahaan pembiayaan (leasing) harus mengeluarkan surat kuasa kepada debt collector yang diminta jasanya," ujar Muhammad Fajar, Professional Collector sekaligus Direktur PT Jostien Sukses Sejahtera kepada GridOto.com beberapa waktu yang lalu.

Fajar menjelaskan, untuk syarat kedua yang wajib dipenuhi debt collector adalah membawa sertifikat fidusia dari perusahaan pembiayaan.

Perlu diketahui, fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan sebuah benda, yang mana registrasi hal kepemilikannya masih dalam kekuasaan pemilik benda tersebut.

Ambil contoh sobat melakukan kredit motor, maka pihak pemberi kredit yang akan membeli ke dealer berhak atas BPKB dari kendaraan tersebut hingga kredit terlunasi.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved