Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

RAPBD Perubahan Samarinda 2021 Naik Jadi Rp 3,3 T, Pemkot dan DPRD Tanda Tangani Nota Kesepakatan

Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Walikota Samarinda Andi Harun dan Wakil Walikota, Rusmadi menandatangani nota kesepakatan bersama DPRD kota Samarinda

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
HO/HUMAS SETDA SAMARINDA
Penandatanganan nota kesepakatan Pemkot Samarinda dengan DPRD kota Samarinda mengenai RAPBD Perubahan tahun 2021, Selasa (14/9/2021). HO/HUMAS SETDA SAMARINDA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Walikota Samarinda Andi Harun dan Wakil Walikota, Rusmadi menandatangani nota kesepakatan bersama DPRD Samarinda tentang Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun 2021.

Penandatanganan nota kesepakatan RAPBD Perubahan Tahun 2021 dilakukan pada Sidang Paripurna DPRD Samarinda masa persidangan III, Selasa (14/9/2021).

Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Samarinda, Sugiyono tersebut disertai dengan pemaparan Walikota Andi Harun mengenai pengantar nota keuangan Pemkot Samarinda pada Perubahan Anggaran tahun 2021.

Andi Harun menjelaskan bahwa terdapat penambahan sekitar Rp 723 miliar pada RAPBD Perubahan 2021 ini sehingga anggaran perubahan menjadi Rp 3,3 triliun yang sebelumnya Rp 2,5 triliun.

Penambahan anggaran tersebut sebagian besar adalah untuk mengakomodir Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) pada anggaran tahun sebelumnya, selain itu juga menyesuaikan dengan dana transfer dari pemerintah pusat.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Beber Lelang Pembuatan Saluran Air Jalur Lambat Depan Mal Selesai

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Resmikan RSIA JMB, Dilengkapi 27 Tempat Tidur Rawat Inap

Baca juga: Resmikan Uniqlo di Big Mall Samarinda, Walikota Andi Harun Ikut Belanja Beberapa Pakaian

Silpa yang ada pada tahun anggaran 2021 sendiri disebutkan mengalami penambahan yang pada tahun sebelumnya sebesar Rp 340 miliar, kemudian menjadi Rp 539 miliar.

"Dari Silpa itu beberapa sudah terpakai di pergeseran, sisanya kita diperintahkan untuk refocusing beberapa kali, dan difokuskan untuk penanganan Covid-19, selain itu beberapa retribusi dan pajak kita juga ada yang minta dicicil secara bertahap karena pandemi, jadi saldo kita nihil," tutur Andi Harun.

Lebih jauh Andi Harun menuturkan bahwa beberapa kegiatan yang seharusnya masuk dalam APBD Perubahan 2021 ini juga mengalami pergeseran setelah melihat kekuatan anggaran yang ada.

"Sebagian besar yang harus kita geser adalah dalam program penanganan banjir, tetapi beberapa program tersebut kita masukkan perencanaannya di perubahan 2021 ini, dan target eksekusi fisiknya bisa masuk di tahun 2022," sebutnya lebih lanjut.

Selain itu, beberapa program prioritas disebutkan telah diakomodir dalam APBD Perubahan 2021, seperti Pro Bebaya, dan perencanaan proyek tahun jamak.

"Ya untuk pro bebaya di APBD Perubahan ini kita belum bisa akomodasi untuk 2.000 RT, jadi kita berikan dulu untuk percontohan satu RT di setiap kelurahannya, jadi ada 59 RT percontohan," ucap Andi Harun. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved