Breaking News:

Virus Corona di Malinau

Minimalisir Risiko Terpapar Covid-19 Selama PTM di Malinau, Siswa Diusulkan tak Bawa Uang Saku

Dua pekan berlalu sejak pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas, dilaksanakan di satuan pendidikan 4 wilayah kecamatan di Malinau

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI
Pelaksanaan PTM terbatas di satuan pendidikan wilayah Kecamatan Malinau Kota, kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu.TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD SUPRI 

TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU – Dua pekan berlalu sejak pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas, dilaksanakan di satuan pendidikan 4 wilayah kecamatan di Kabupaten Malinau.

Sejak pertama kali digelar pada hari Selasa 7 September 2021, Dinas Pendidikan termasuk sekolah yang melaksanakan PTM telah mengevaluasi pelaksanaan PTM terbatas.

Hasilnya, pelakasanaan PTM di sebagian besar sekolah dinilai dapat dilanjutkan dengan sejumlah catatan.

Diantaranya kekhawatiran risiko peserta didik terpapar utamanya saat pulang sekolah.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Malinau Kota, Mekhendri mengatakan diantara kekhawatiran pihak sekolah adalah pengawasan di luar sekolah, seusai mengikuti pembelajaran tatap muka.

Baca juga: Bupati Bonifasius Belawan Geh Pimpin Rakor Persiapan PTM Mahulu, Hanya Buka di Zona Hijau

Baca juga: Dukung Kegiatan PTM, Pemkab Kubar Percepat Pemberian Vaksinasi kepada Pelajar

Baca juga: Cegah Klaster PTM, Vaksinasi buat Pelajar PPU Terus Gencar Dilaksanakan, Cakupan Masih 2,5 Persen

Menurutnya, pihaknya telah menerapkan sejumlah skema pengawasan, diantaranya mengagendakan jadwal piket monitoring seusai jam pembelajaran setiap harinya.

“Memang yang paling rawan saat pulang. Kami sudah susun jadwal piket per hari, khsusus untuk staf dan guru. Saat pulang siswa dipantau. Tiap hari seperti itu. Memang kerja ekstra, tapi ini komitmen kita menjamin keselamatan jiwa peserta didik,” ujarnya Sabtu (18/9/2021).

Pria yang juga merupakan Ketua PGRI Malinau tersebut mengusulkan, untuk meminimalisir risiko terpapar Covid-19, sebaiknya orang tua tidak memberikan uang saku kepada peserta didik.

Keperluan konsumsi siswa sebaiknya disiapkan dari rumah. Upaya tersebut dinialinya efektif untuk menghindari risiko siswa keluyuran berbelanja sepulang sekolah. Siswa dianjurkan membawa bekal dari rumah.

“Ini sempat kita usulkan sebelumnya. Sebaiknya siswa tidak dikasi uang jajan. Supaya pas pulang tidak keluyuran jajan. Kami minta kerja sama orang tua. Paling baik, masing-masing siswa bawa bekal untuk konsumsi di sekolah,” katanya.

Usulan yang sama diajukan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Malinau, Daud impung.

Menurutnya, keterbatasan pengawasan sepulang sekolah dikhawatirkan menimbulkan masalah baru.

Sesuai rekomendasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau, Satuan pendidikan wajib menghentikan sementara PTM terbatas jika ada warga sekolah terpapar Covid-19 di lingkungan sekolah.

Baca juga: Persiapan PTM di Kutai Timur, Wakil Bupati Kasmidi Bulang Minta Guru Segera Terima Vaksin Covid-19

“Sekolah mengusulkan supaya siswa tidak bawa uang saku. Cukup bawa bekal dari rumah untuk konsumsi. Karena keterbatasan sekolah. Contohnya saat pulang sekolah, anak-anak kita rawan keluar sama teman-temannya,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved