Breaking News:

Berita Berau Terkini

Opsi Lahan Rumah Sakit Tipe B Sudah Ditentukan Pemkab Berau, Tahun Depan Mulai Diproses

Meskipun di tahun 2022 mendatang tidak ada wacana proyek multiyears, pematangan lahan persiapan pembangunan Rumah Sakit Tipe B dilakukan

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Plt Bapelitbang Berau, atau Asisten I, Agus Wahyudi.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Meskipun di tahun 2022 mendatang tidak ada wacana proyek multiyears, pematangan lahan persiapan pembangunan Rumah Sakit Tipe B sudah memiliki titik temu.

Plt Bapelitbang Berau, yang merupakan Asisten I, Agus Wahyudi mengakui bahwa Pemkab Berau di tahun 2022 pada APBD murni sudah menyiapkan anggaran pematangan lahan milik PT Inhutani.

Sebab, sesuai dengan amanat Bupati Berau, Sri Juniarsih, pembangunan Rumah Sakit akan berjalan pada kawasan wilayah PT Inhutani dengan pembagian lahan 50 persen, dan 10 hektar untuk Pemkab Berau.

“Sudah ada dana kita siapkan dari anggaran murni, tapi tidak ada untuk kompensasi warga, karena lahan itu tidak merugikan masyarakat,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (20/9/2021).

Sebelumnya, Pemkab Berau merencanakan opsi lahannya berada di Jalan Raja Alam yang masih harus dibeli oleh pihak Pemkab.

Baca juga: KABAR BAIK Biaya Tes Swab Antigen Gratis, Cek Jadwal Tes SKD CPNS 2021 Berau Mulai 28 September

Baca juga: Muscam DPD KNPI Berau Berlanjut, Musyawarah ke-3 Digelar di Kecamatan Teluk Bayur

Baca juga: CPNS di Berau, SKD Mulai Digelar 28 September, Biaya Tes Swab Antigen Gratis di Seluruh Puskesmas

Tetapi luasan lahan yang kurang dari 10 hektar tersebut, sebagian sudah dimiliki Pemkab Berau.

Sudah dipstikan, pembangunan nantinya akan berjalan setelah permasalahan lahan telah selesai.

Kemudian, Pemkab Berau akan mencari sumber anggaran untuk pembangunan prioritas di masa jabatan Bupati Berau.

“Akan kami cari anggaran dulu, bisa dari Bankeu, bantuan DAK juga. Cuman, agak berat jika menggunakan APBD Berau,” bebernya.

Sementara itu, sisa lahan yang telah dibeli Pemkab pada Jalan Raja Alam, tetap akan menjadi aset daerah. Menurut Agus, masih banyak bangunan UPTD yang harus berdiri dan memerlukan lahan.

“Hitungannya tidak rugi ya, karena sudah menjadi aset Berau sendiri,” bebernya.

Baca juga: PMI Berau Butuh Donor Segera, Tersisa Kini Hanya yang Golongan A Saja

Menurut Agus, jika tidak ada kendala, pihaknya akan berdiskusi lagi dengan Dirut PT Inhutani terkait permasalahan lahan.

Apalagi, langkah Pemkab Berau selanjutnya yakni sertifikasi lahan tersebut terlebih dahulu. Diakui Agus, lahan tersebut belum memiliki legalitas.

“Kita selesaikan dulu masalah lahan, baru bangunannya bisa berdiri,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved