Virus Corona di Tarakan
Mesin PCR Baru di RSUKT Mampu Uji 60 Sampel per Hari, Kurangi Antrean Layanan Pasien Covid-19
Pengoperasian mesin PCR baru yang didatangkan Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) akhirnya diresmikan sejak 13 September 2021 lalu.
TRIBUNKALTIM.COM, TARAKAN – Pengoperasian mesin PCR baru yang didatangkan Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) akhirnya diresmikan sejak 13 September 2021 lalu.
Pengoperasian mesin PCR berkapasitas 60 sampel ini diharapkan dapat mengurai antrean layanan tes swab PCR bagi pasien konfirmasi positif Covid-19, keperluan tracing dan kebutuhan untuk pelaku perjalanan.
Dikatakan dr. Joko Hariyanto, Dirut RSUKT, kuota sampel yang bisa diujikan, yakni 60 sampel per hari.
Jika dibandingkan mesin PCR sebelumnya, hanya mampu menampung 30 sampel per hari.
“Kami evaluasi seminggu. Kalau memang bisa ditambah akan ditambah lagi. Ini kan masih percobaan penyesuaian karena alat baru,” jelasnya.
Baca juga: Tak Bisa Keluarkan Hasil Tes Swab PCR 1x24 Jam Sesuai Perintah Jokowi, Dirut RSUKT Beber Alasannya
Baca juga: Mulai Resmi Diberlakukan, Harga Tes PCR Mandiri Rp 525 Ribu di RSUKT
Baca juga: Klinik Utama Kasih Bunda di Bulungan Bisa Layani Tes PCR, Hasilnya Keluar Paling Cepat 6 Jam
Jika dioptimalkan bisa sampai 90 sampel per hari.
Namun pihaknya membatasi untuk 60 sampel per hari terlebih dahulu.
Selanjutnya, kata dr. Joko Hariyanto, jika mesin baru dioperasikan maka mesin yang lama akan ditarik kembali karena ada sistem kerja sama dengan KSO.
“Dulu KSO dikembalikan ke vendor lagi. Ganti alat baru. Untuk SDM-nya tetap sama,” jelasnya.
Total tenaga kesehatan ada sekitar 5 orang yang siap bertugas mengerjakan dan menguji sampel.
“Dan itu dilakukan per shift,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/layanan-tes-swab-pcr-di-rsukt-tarakan-bisa-sampai-60-sampel-per.jpg)