Jumat, 15 Mei 2026

Berita Penajam Terkini

Nelayan Tradisional Belat di Kabupaten Penajam Paser Utara Raup Rp 200-300 Ribu per Hari

Sukur (50) memaksimal bibir pantai di daerahnya untuk membangun alat tangkap tradisional Belat.

Tayang:
Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Nelayan Nipah-nipah memanfaatkan pesisir pantai untuk menjaring ikan menggunakan alat tradisional. TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Warga Kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara Sukur (50) memaksimal bibir pantai di daerahnya untuk membangun alat tangkap tradisional Belat.

Alat tangkap tersebut digunakan untuk memanfaatkan pasang surut air laut yang akan mengurung ikan di dalamnya.

Pria yang memiliki enam orang anak tersebut menjelaskan bahwa alat tangkap Belat tersebut dibangun dengan bermodalkan kurang lebih Rp 10 juta yang akan bertahan selama dua tahun.

Sukur mengungkapkan bahwa penghasilan tidak menentu, namun hal tersebut cukup membantu kondisi keuangan keluarganya terlebih pada masa pandemi saat ini.

“Enggak terlalu menentu, kadang dapat Rp 200 ribu, kadang Rp 300 ribu bahkan kadang juga kosong gak dapat. Kalau mau rezekinya kadang bisa dapat Rp 500 ribu juga perhari,” tuturnya saat melihatkan hasil tangkapannya, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Tumpahan Minyak Bikin Pendapatan Nelayan Belat di Penajam Menurun

Baca juga: Kecelakaan Lalu-lintas Air di Teluk Balikpapan, 3 Nelayan Tradisional Tertabrak Kapal LCT

Baca juga: Nelayan Tradisional Harusnya Hanya Diperingati dan Dihalau

Pria yang juga berjualan di Pantai Nipah-nipah ini menjelaskan bahwa terkadang dia membagikan hasil tangkapannya kepada tetangganya.

“Kalau banyak bisa kita jual tapi kalau enggak seberapa kadang kita bagi-bagi aja. Ngerjain belat setidaknya di rumah tidak pikir beli ikan lagi, kan ini bisa kita ambil setiap hari,” paparnya.

Pria yang mengaku telah puluhan tahun menjadi nelayan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya belum pernah dapat bantuan dari pemerintah terkait aktivitasnya sebagai nelayan.

“Maunya kita sih dibantu, tapi belum ada itu. Untuk ngurus-ngurus saya juga engga terlalu paham, saya banyak ke laut aja,” tuturnya.

Biasanya Sukur menangkap ikan dalam sehari sebanyak dua kali. Saat siang hari sekira pukul 13.00 WITA hingga 14.30 WITA dan saat malam hari.

Sukur bisa mendapatkan berbagai jenis ikan di antaranya adalah Cumi, Belanak Besar, Udang, Kakap, Belangkas, Ikan Kipar, Selangat Terakulu dan berbagai jenis ikan lainnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved