Minggu, 3 Mei 2026

Pekan Olahraga Nasional

Hari Ini, Taekwondo Kaltim Tambah 3 Medali Perunggu di PON XX Papua

Tim Taekwondo Kalimantan Timur (Kaltim) menyumbang tiga medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua

Tayang:
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Para Atlet Taekwondo Kaltim yang meraih medali perunggu pada nomor Ganda Putra, di PON XX Papua. TRIBUNKALTIM.CO/HO/KONI KALTIM 

TRIBUNKALTIM.CO, JAYAPURA - Tim Taekwondo Kalimantan Timur (Kaltim) menyumbang tiga medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua.

Dengan tambahan 3 medali perunggu itu, membuat total medali yang diraih Taekwondo Benua Etam menjadi 4 medali perunggu.

Pertandingan Taekwondo Kaltim menyumbang 3 medali perunggu, dilaksanakan Gedung Serba Guna Politeknik Penerbangan, Kayu Baru, Jayapura, pada Minggu (3/10/2021).

Yakni diraih oleh Eka Safitri (U-57) kyurugi, lalu Ruhil di poomsae individual putri, serta beregu putera oleh Rastra Jabadiou Kutai, Gabriel Simorangkir, dan Ridwan Prayitno.

Untuk Eka Safitri di nomor kyurugi, sebenarnya sudah tampil baik pada awal pertandingan, bahkan dirinya berhasil menghentikan perlawanan Taekwondo Kalteng, yakni Silvia dengan angka 22-2.

Baca juga: SENGIT! UPDATE Terkini Perolehan Medali PON Papua Hari Ini & Peringkat, DKI Teratas & Jabar Tergeser

Baca juga: Atlet Muaythai Kaltim Devan Febra Anantha Berpeluang Raih Medali Emas di PON Papua

Baca juga: Devan Atlet Muaythai Kaltim Tembus Final di Kelas 73 Kg, Putusan Dewan Hakim PB PON Papua

Akan tetapi di laga selanjutnya, ia harus mengakui keunggulan Taekwondo asal Jawa Tengah (Jateng) Nabila, kendati itu Eka harus puas dengan raihan medali perunggu itu.

Sementara Dewi di nomor poomsae, dirinya juga sudah tampil dengan baik, akan tetapi skor keberuntungan tidak berpihak kepada Benua Etam, maka mereka harus puas dengan raihan perunggu.

Untuk skor tertinggi dan medali emas dalam nomor poomsae ini di borong oleh tim Jawa Barat (Jabar).

Dengan kekalahan yang didapat Eka Safitri pada laga semifinal, direspon oleh Sekretari Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondi Indonesia (TI) Kaltim, Aidin Subihartanto Hadi.

Menurutnya Eka Safitri, hanya kalah jam terbang saja dibandingakan dengan atlet taekwondo dari Jateng, terkait tehkni dan fisik tidaklah kalah.

"Pandemi membuat taekwondo kita kurang jam terbang karena tak bisa tryout. Sehingga memang jam terbang di atas matras sangat menentukan," ujarnya, Minggu (3/10/2021).

Aidin yang juga sebagai manajer Tim Taekwondo Kaltim itu, untuk di nomor poomsae, ia menyebut sebenarnya Ruhil sudah tampil dengan baik.

Akan tetapi penjurian lebih menentukan dan Ruhil hanya menduduki peringkat ketiga saja, di bawah Jabar yang berhasil meraih medali emas.

Dirinya menambahkan, untuk pertandingan selanjutnya atau di hari ketiga, Taekwondo Kaltim akan ada tiga nomor pertandingan.

Baca juga: Atlet Cabor Kabaddi Asal Bontang Sabet 1 Medali Emas dan 3 Perunggu di PON Papua

Salah satunya yang bertanding nantinya adalah Teguh, yaini merupakan penyumbang medali perak sewaktu di PON Jabar lalu.

"Peluang sama semua. Semoga semua bisa tampil baik dan mendapatkan hasil maksimal," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved