Berita Samarinda Terkini
Peringati Hari Apoteker Se-Dunia, Ikatan Apoteker Indonesia Apresiasi PKK dan PWI Kaltim
IAI Kalimantan Timur menggelar webinar dalam rangka peringatan Hari Apoteker Sedunia 2021 bertema Apoteker Selalu Terpercaya untuk Kesehatan Anda.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kalimantan Timur menggelar webinar dalam rangka peringatan Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacist Day) 2021 bertema Apoteker Selalu Terpercaya untuk Kesehatan Anda, Sabtu (2/10).
Webinar diikuti lebih dari 500 peserta itu, dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kaltim yang juga istri Gubernur Kaltim Isran Noor, Hj Norbaiti Isran Noor.
Webinar membahas tuntas tentang Pemanfaatan Suplemen dan Herbal di Era Pandemi Covid-19.
Ketua Pengurus Daerah IAI Kaltim Apt Drs M Nasruddin mengawali acara dengan menyampaikan apresiasi terbaiknya untuk Ketua PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor yang telah memberikan dukungan maksimal untuk webinar ini.
Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Apoteker, IAI Gelar Seminar Pelayanan Napza dan Obat Prekursor
Target kegiatan ini menurutnya adalah memberikan kesepahaman terkait penggunaan herbal yang dikupas narasumber.
“Kami ingin memberikan edukasi ke masyarakat terutama ibu-ibu.
Ibu adalah sosok yang tidak hanya sebagai manajer keuangan keluarga, tapi juga sebagai sosok yang sangat berperan dalam kesehatan keluarga.
Semoga ibu-ibu bisa membantu kesehatan keluarga melalui herbal,” bebernya.
Ia menyebutkan, kegiatan seperti ini sudah dua kali dilakukan. “Tahun lalu juga sudah dilakukan kegiatan yang sama di Hari Farmasi se-Dunia,” sebutnya.
Selain webinar kegiatan yang sudah dilakukan antara lain edukasi, lomba, dan pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan rekan sejawat apoteker di seluruh Kaltim.
“Kami juga berterima-kasih kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang selalu membantu menyebarluaskan informasi tentang kegiatan apoteker di Kaltim,” katanya.
Dijelaskan, Indonesia belum memiliki kemandirian dalam ketersediaan obat modern. Ketahanan obat saat terjadi Pandemi, terganggu. Indonesia terpukul karena banyak obat sulit diimpor.
“Diharapkan kekosongan obat di Indonesia bisa digantikan dengan obat herbal atau tradisional yang selama ini sudah jadi kearifan lokal dan budaya turun temurun,” sebutnya.
Pihaknya sengaja mengambil topik ini masyarakat bijak memilah dan memilih herbal yang paling sesuai, baik dosisnya maupun tujuan pengobatannya. Sehingga bisa memberikan manfaat dan tidak merugikan.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kaltim, Hj Norbaiti Isran Noor ketika membuka acara webinar mengatakan, apoteker merupakan jajaran profesi yang paling dipercaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/iai-webinar.jpg)