Amalan dan Doa
Selain Mengetuk Pintu dengan Lembut, Ini Adab Bertamu yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Selain mengetuk pintu dengan lembut, Ini adab bertamu yang dianjurkan Rasulullah SAW.
TRIBUNKALTIM.CO - Selain mengetuk pintu dengan lembut, Ini adab bertamu yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Akhir pekan menjadi momen yang kerap digunakan muslim untuk bepergian, entah untuk berekreasi atau bersilaturahmi.
Meski terlihat sepele, ternyata aktivitas keluar rumah ini juga diatur dalam agama Islam agar tetap dalam kebaikan.
Islam adalah agama yang sempurna dan mengajarkan umatnya untuk berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah SAW memberikan contoh beraktivitas mulai dari kita membuka mata hingga kembali memejamkan mata, termasuk saat bepergian.
Sebelum meninggalkan rumah, maka ada baiknya kita membaca doa agar dilindungi Allah SWT.
Baca juga: Hari Rabu antara Dzuhur & Ashar Waktu Mustajab untuk Berdoa, Doa yang Dipanjatkan Fatimah Az Zahrah
Baca juga: Bacaan Doa Meminta Kepada Allah SWT Keberkahan Hidup, Bahasa Arab, Latin dan Artinya
Baca juga: Setelah Melaksanakan Sholat Dhuha Disunnahkan Berdoa, Ini Bacaan Doanya, Bahasa Arab, Latin dan Arti
Doa keluar rumah / doa bepergian
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِالله
Bismillaahi tawakkaltu 'alalloohi laa hawlaa walaa quwwata illaa bilaahi
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku bertawakal kepada Allah, tiada daya kekuatan melainkan dengan pertologan Allah."
Atau doa berikut ini
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ
"Allahumma inni a-'udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala 'alayya".
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (syaitan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain." (HR Abu Dawud, HR At Tirmidzi).
Saat bertamu, seorang muslim juga dianjurkan untuk melakukan berbagai hal sesuai dengan adab dalam islam.
Inilah 8 adab yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW pada umat muslim saat bertamu:
1. Mengetuk pintu dengan lembut dan tidak menghadap pintu
Mengetuk pintu dengan sopan menunjukkan niat kita untuk datang dengan niat baik tanpa maksud untuk mengganggu.
Selain itu, kita juga tak diperbolehkan menghadap ke pintu saat mengetuk.
Hal ini sesuai dengan apa yang diteladankan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits yang berbunyi, “Adalah Rasulullah SAW jika mendatangi suatu pintu dan akan meminta izin, beliau tidak menghadap ke arah pintu. Akan tetapi beliau berada di sebelah kiri, atau kanannya. Jika diizinkan beliau baru masuk, jika tidak beliau pun kembali.” (HR Bukhari).
2. Tidak mengintip
Sebagai tamu kita juga tidak diperbolehkan mengintip ke dalam rumah saat bertamu.
“Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)
3. Ucapkan salam (tidak lebih dari 3x)
Saat mengucapkan salam, kita dianjurkan hanya mengucap salam sebanyak 3 kali.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “Dari Kildah bin Al-Hanbal, bahwa dia masuk ke rumah Rasulullah tanpa mengucap salam dan meminta izin, maka beliau SAW pun bersabda, Kembalilah, ucapkan Assalamu’alaikum, bolehkah saya masuk.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
4. Jika salam tidak dijawab maka pulang
Seperti yang diriwayatkan dalam hadits berikut “Dari Abu Musa Al-Asy’ary RA, dia berkata: Rasulullah bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’” (HR. Bukhari dan Muslim).
Untuk itu, setelah tiga kali mengucap salam dan tidak mendapat respon, ada baiknya kita pulang.
6. Berjabat tangan saat bertemu
Keutamaan bersalaman dapat dilihat dalam hadis berikut “Dari al-Bara’ bin ‘Azib RA, dia berkata, Rasulullah bersabda, ‘Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.‘ ” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).
Karenanya dalam bertamu usahakan untuk bersalaman, kecuali pada lawan jenis.
8. Jika diminta pulang maka hendaklah pulang
Allah ta’ala dalam firman-Nya:
يَاأََيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَدْخُـلُوْا بُيُـوْتَ النَّبِي ِّإِلاَّ أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَى طَـعَامٍ غَيْرَ نَاظِـرِيْنَ إِنهُ وَلِكنْ إِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِـرُوْا وَلاَ مُسْتَئْنِسِيْنَ لِحَدِيْثٍ إَنَّ ذلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى النَّبِيَّ فَيَسْتَحِي مِنْكُمْ وَاللهُ لاَ يَسْتَحِي مِنَ اْلحَقِّ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak makanannya! Namun, jika kamu diundang, masuklah! Dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan! Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi. Lalu, Nabi malu kepadamu untuk menyuruh kamu keluar. Dan Allah tidak malu menerangkan yang benar.” (Qs. Al Azab: 53)
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul Doa Bepergian, 5 Adab Muslim saat Berkunjung ke Rumah Kerabat yang Dianjurkan Rasulullah SAW,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pexelsrodnae-productions-ilustrasi-bertamu.jpg)