Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Wujudkan SDM Berkualitas, Kepala Disdikbud Tana Tidung Jafar Sidik Dorong PAUD Bermutu

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Jafar Sidik, mengatakan, pendidikan anak usia dini atau PAUD sebagai dasar dalam

Penulis: Risnawati | Editor: Mathias Masan Ola
HO/Humas Disdik KTT
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Jafar Sidik, saat bimbingan teknis terkait Penjaminan Mutu PAUD Tahun 2021, Selasa (12/10/2021). (HO/Humas Disdik KTT) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Jafar Sidik, mengatakan, pendidikan anak usia dini atau PAUD sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan tindak lanjut pendidikan dalam rangka mewujudkan PAUD bermutu.

Pendidikan bermutu menjadi kunci terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas, sebagaimana menjadi misi pertama Bupati dan Wakil Bupati Tana Tidung.

Untuk mengukur pencapaian standar PAUD tersebut, kata dia, maka dilakukan pemetaan mutu di setiap satuan pendidikan, yang disebut sebagai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Melalui kegiatan ini, diharapkan mutu pendidikan anak usia dini di Tana Tidung dapat dipetakan.

"Kita ketahui lembaga PAUD yang sudah baik dan yang masih perlu ditingkatkan. Data tersebut juga menjadi dasar pengambilan kebijakan peningkatan mutu PAUD ke depannya," ujarnya, Selasa (12/10/2021)

Baca juga: Kepala Disdikbud Tana Tidung Jafar Sidik Sebut PAUD Berperan Penting Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Baca juga: PAUD Terpadu Laksanakan Sistem PAUD Holistik Integratif

Baca juga: Persiapan PAUD Gelar PTM, Disdik Berau Akan Tinjau Kesiapan Sekolah dan Lakukan Evaluasi

Mengingat pentingnya data tersebut, maka perlu dilakukan kelengkapan data sebagaimana mestinya pada daftar pokok pendidikan (Dapodik), instrumen penilaian prasyarat akreditasi (PPA), dan instrumen akreditasi.

Data pada Dapodik menjadi indikator keberhasilan meningkatkan akses pendidikan usia dini.

Dari Data Neraca Pendidikan Nasional (NPD) tahun 2019, dia menyebutkan baru 39,15 persen penduduk usia dini masuk PAUD.

"Untuk meningkatkan angka partisipasi tersebut, kita sedang menyiapkan kebijakan minimal 1 tahun PAUD sebelum masuk SD yang diatur dalam Peraturan Bupati.

Kita juga akan mensosialisasikan terlebih dahulu di setiap kecamatan dan desa agar diketahui bersama sebelum diterapkan," jelasnya.

Meski demikian, wajib PAUD 1 tahun pra SD perlu disertai dengan peningkatan mutu lembaga yang ditandai dengan akreditasi.

Baca juga: Penuhi Janji Politiknya, Wabup Tana Tidung Hendrik Bagikan Perlengkapan Sekolah kepada Pelajar

Berdasarkan NPD 2019 diketahui, baru sekitar 12 dari 38 PAUD atau 34 persen PAUD yang terakreditasi B. Sisanya masih terakreditasi C dan belum ada yang terakreditasi A.

"Kita berharap 33 PAUD yang saat ini diusulkan akreditasi, bisa meningkat akreditasinya. Yang akreditasi C menjadi B, yang B naik jadi A," ucapnya

Dia menekankan, akreditasi diharapkan betul-betul menggambarkan mutu lembaga. Sebab itu, instrumen harus diisi secara lengkap dan sebagaimana mestinya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved