Breaking News:

Virus Corona di Berau

Persiapan PAUD Gelar PTM, Disdik Berau Akan Tinjau Kesiapan Sekolah dan Lakukan Evaluasi

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Berau akan segera terlaksana

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Pelaksanaan sekolah PAUD dalam bentuk kelompok belajar di salah satu kampung pada Kecamatan Segah di Kabupaten Berau, ditengah Pandemi Covid-19.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Berau akan segera terlaksana.

Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Disdik Berau, Ambo Sakka menjelaskan sebelum PTM digelar, akan dilakukan persiapan yang ketat. Begitu juga dilakukan monitoring serta evaluasi setiap harinya.

Lantaran menurut pikahnya, jenjang PAUD merupakan usia emas perkembangan anak, sehingga sangat membutuhkan interaksi sosial baik dengan kawan sebaya maupun guru.

"Pada usia PAUD ini, lebih susah untuk dilakukan secara daring, kenyataannya pun saat ini justru orangtua yang lebih sibuk untuk mengurus keperluan anaknya selama kuliah online," jelasnya kepada TribunKaltim.Co, Selasa (21/9/2021).

Sementara itu, pihaknya telah banyak menerima permintaan izin pembelajaran tatap muka.

Tetapi ia mengaku belum bisa memberikan izin sebelum dipastikan apakah persiapan dan protokol kesehatan sudah dijalankan dengan benar atau tidak.

Baca juga: Madrasah di Kutai Timur Siap PTM, Kemenag Ungkap 28 Satuan Pendidikan Kirim Permohonan Rekomendasi

Baca juga: Satgas Covid-19 Malinau Kebut Vaksinasi di Sekolah, Jadi Pertimbangan Kelanjutan PTM

Baca juga: Tinjau Hari Pertama PTM di Samarinda, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fokuskan pada Learning Loss

"Tentu akan kita lakukan pengecekan ke lapangan, apakah yang dilaporkan secara tertulis itu sudah dilakukan atau tidak.

Seperti misalnya dilaporkan sudah melakukan kerjasama dengan puskesmas, tetapi setelah dilakukan pengecekan ternyata hal itu belum terjadi, nah ini perlu kita beri teguran," tuturnya.

Ia menegaskan, monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara ketat. Kalau memang pada saat pelaksanaan uji coba dalam waktu dekat ini berjalan lancar, menurutnya bisa saja jumlah peserta didik yang hadir secara langsung bisa ditambah.

Namun, jika PTM justru menjadi sektor yang justru menyebarkan Covid-19, maka akan dilakukan evaluasi dan bukan tidak mungkin akan dibatalkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved