Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Walikota Andi Harun Minta Pertamina Tertibkan Pertamini di Samarinda

Walikota Samarinda, Andi Harun meminta Pertamina di Samarinda untuk menertibkan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui pertamini yang dijual di to

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
HO/DISKOMINFO SAMARINDA
Walikota Samarinda bertemu dengan PT. Pertamina Patra Niaga dan meminta Pertamina untuk memperhatikan Pertamini yang merebak secara ilegal. HO/DISKOMINFO SAMARINDA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun meminta Pertamina di Samarinda untuk menertibkan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui pertamini yang dijual di toko-toko tepi jalan.

Menurutnya, selain penjualan BBM dengan Pertamini itu bersifat ilegal, di sisi lain beberapa di antaranya mengganggu ketertiban tata kota karena mesin Pertamini yang diletakkan di trotoar dan pinggir jalan.

Permintaan itu sudah disampaikan oleh Walikota Andi Harun saat bertemu dengan pihak PT. Pertamina Patra Niaga pada Senin (11/10/2021) yang beroperasi di Samarinda agar pihak perusahaan bisa turun membantu menertibkan keberadaan Pertamini di Kota Tepian.

Dalam pertemuan itu Andi Harun menyampaikan kepada pihak Pertamina untuk juga melakukan pengawasan serius terhadap pengisian bahan bakar di SPBU yang berpotensi digunakan untuk dijual kembali dalam bentuk Pertamini.

"Selain mesin pertamini itu ilegal dan tidak terdaftar di kementerian perdagangan, itu juga menambah beban tata kota kita, saya sampaikan agar mereka (Pertamina) tidak hanya berpikir menjual produk nya saja, tetapi mengabaikan tata kota yang kita upayakan," jelas Andi Harun saat menyampaikan kepada awak media pada Rabu (14/10/2021).

Baca juga: Pertamina Gelar SMEXPO 2021 di Samarinda, Dukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Baca juga: Pasokan BBM ke Kubar Terlambat, Wabup: Pemkab Menyurati Pertamina untuk Menormalkan Distribusi

Baca juga: Dukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia, Pertamina Gelar SMEXPO 2021

Menurut walikota, penindakan terhadap Pertamini yang merebak, kewenangannya dimiliki oleh Pertamina sendiri karena produk BBM yang dijual di pertamini hanya bisa didapatkan di SPBU yang kewenangannya oleh Pertamina.

"Jangan pemerintah yang selalu dihadapkan ke masyarakat, nanti buruknya selalu ke pemerintah kota seolah-olah berhadapan terus dengan masyarakat, kita tidak punya tangan untuk menindak karena barang itu dari Pertamina," sebut orang nomor satu di Samarinda tersebut.

Andi Harun menginginkan agar Pertamina mengawasi dan menindak tegas SPBU yang menyuplai BBM nya bagi pihak yang bertujuan untuk menjualnya dengan Pertamini.

Sementara itu pihak Pertamina menerangkan bahwa Pertamini yang tumbuh dikarenakan adanya selisih harga, meskipun Pertamina sendiri telah memiliki program langit biru dengan produk pertalite khusus (PLK) dengan harga premium.

Namun melalui Fuel Terminal Manager PT. Pertamina Patra Niaga, Erik Imam Kasmianto mengakui bahwa Pertamini tersebut tidak memiliki izin untuk menjual dan membenarkan bahwa walikota memang menginginkan pihaknya untuk tidak mensuplai produknya untuk Pertamini.

"Dari kita akan tindak lanjut apa yang menjadi fenomena Pertamini ini, tetapi menurut aturan sesungguhnya bisa ditangkap karena jual beli BBM kan harus memiliki izin ya," ungkap Erik saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan walikota.

Baca juga: Pertashop Beri Peluang Warga Jadi Mitra Pertamina dengan Modal Terjangkau, Kini Hadir di Samarinda

Menurut peraturan yang berlaku, usaha Pertamini jika tidak memiliki izin usaha bisa dikenakan pasal 53 Undang-Undang nomor 21 tahun 2001 tentang minyak dan Gas Bumi dengan pidana penjara paling lama 5 tahun, dan denda paling tinggi Rp 50 juta.

"Kalau keluar sebenarnya kewenangannya di Pemda nya sendiri, kalau Pertamina tanggung jawabnya hanya sampai di SPBU nya saja, sedangkan SPBU tahu nya yang membeli kan masyarakat, tetapi nanti kita bantu lah sama-sama bersinergi kalau memang dari Pemkot ingin menertibkan itu," papar Erik. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved