Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Pasokan BBM ke Kubar Terlambat, Wabup: Pemkab Menyurati Pertamina untuk Menormalkan Distribusi

Masyarakat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) selama tiga hari terakhir ini.

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Kubar
Wabup Kubar Edyanto Arkan (tengah) didampingi Kabag Ekonomi Andi Kristison (kiri) dan Kabag SDA Abimael (kanan) usai konferensi pers tentang kelangkaan BBM di Ruang Rapat Koordinasi, lantai 3 Kantor Bupati Kubar, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Masyarakat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) selama tiga hari terakhir ini.

Hal ini terjadi, karena pasokan BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kubar dari Depo Pertamina Samarinda, mengalami keterlambatan.

"Itu mengakibatkan sejumlah SPBU kekurangan stok dan juga antrean panjang kendaraan di SPBU tak terhindarkan," ujar Wabup Kubar, Edyanto Arkan pada konferensi pers terkait kelangkaan BBM di Ruang Rapat Koordinasi, lantai 3 Kantor Bupati Kubar, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Perempuan Dituntut Lebih Berpartisipasi Dalam Pembangunan

Wabup mengatakan, setelah melakukan komunikasi dengan pihak Pertamina, terungkap kelangkaan BBM terjadi disebabkan adanya keterlambatan dari kapal yang masuk ke Pertamina Samarinda beberapa hari ini.

Wabup akui pasokan BBM ini hampir terjadi di SPBU di wilayah Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara, begitu juga di Kubar, antrean kendaraan juga panjang.

Mengatasi masalah ini, Pemkab Kubar secara resmi membuat surat kepada PT Pertamina agar memperhatikan dan membantu menormalkan kembali pola distribusi BBM di wilayah Kubar, dengan mengirimkan armada-armada (truk tangki) yang dimiliki Pertamina melalui Elnusa.

Misalnya, mengirimkan tiga armadanya setiap hari untuk memasok BBM.

Dengan pasokan yang ada sekarang, itu praktis kurang dari kebutuhan yang ada.

Baca juga: Bantu Pelaku UMKM Terdampak Pandemi Covid-19, Kodim 0912 Kutai Barat Salurkan Dana BT-PKLW

Diharapkan kondisi yang terjadi selama tiga hari lalu, bisa diperbaiki secara bertahap.

Maka secara kontinyu, jumlah kendaraan yang dikirim ke Kubar bisa terpenuhi.

Jadi di Kubar ini, tidak ada alternatif lain untuk mencari BBM, hanya satu tempat, yaitu di SPBU.

Seperti kota-kota lain, SPBU nya banyak dan pasokannya juga banyak. Jadi apabila masyarakat mencari BBM, tidak ada di SPBU ini bisa bergerak ke lainnya.

"Apalagi jarak tempuh dari Samarinda ke Kubar sangat jauh, sekitar 300 sampai 400 kilometer dan kondisi jalannya pun lumayan parah untuk dilewati kendaraan," terangnya.

Sebab, kalau tidak dinormalkan dengan kondisi sekarang, yang hanya pasokannya 30 persen sampai 50 persen sekitar 30 sampai 50 persen sangat memberatkan bagi masyarakat Kubar.

Kalau tidak dinormalkan dengan kondisi sekarang, berdampak kepada harga BBM itu. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved