Berita Bulungan Terkini
Bupati Bulungan Syarwani Minta Ada Muatan Lokal Bahasa Daerah di Sekolah
Bupati Bulungan Syarwani meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Bulungan, memasukan bahasa daerah sebagai mata pelajaran mulok
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR- Bupati Bulungan Syarwani meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Bulungan, memasukan bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal atau Mulok.
Menurutnya penggunaan bahasa daerah seperti Bahasa Bulungan dapat punah lantaran semakin berkurangnya jumlah penutur.
Sehingga pihaknya berharap, di tiap sekolah, nantinya ada mata pelajaran bahasa daerah seperti Bahasa Bulungan, Bahasa Tidung ataupun Bahasa Dayak.
Hal tersebut Ia ungkapkan dalam acara pemberian gelar adat oleh Lembaga Adat Kesultanan Bulungan di Rumah Raya, Tanjung Palas, Jumat (15/10/2021).
Baca juga: LAKB Berikan Gelar Adat, Bupati Syarwani: Mereka Berkontribusi Bangun Bulungan
Baca juga: Lembaga Adat Kesultanan Bulungan Beri Gelar Adat, Wabup Ingkong Ala Bergelar Pangeran Wira Dayaram
Baca juga: Dua Investor Lirik Proyek PLTA Sungai Kayan, Bupati Bulungan Berikan Respons
"Bahasa Bulungan bisa saja punah, kami sendiri di rumah belum tentu gunakan Bahasa Bulungan," kata Bupati Bulungan Syarwani.
"Jadi bagaimana kita melestarikan Bahasa Bulungan, Bahasa Tidung, Bahasa Dayak, kami harap dari Dinas Pendidikan sudah merintis mata pelajaran bahasa daerah," katanya.
"Minimal dalam seminggu ada 2 jam muatan lokal bahasa daerah," tambahnya.
Ia mengingatkan, bahwa pelestarian budaya dalam hal ini bahasa daerah sangat penting, guna memastikan anak-anak hari ini tidak kehilangan identitas kebudayaan.
Baca juga: Pesan Wabup Ingkong Ala dalam Hari Jadi Bulungan dan Tanjung Selor
"Ini penting supaya anak-anak kita tidak kehilangan identitas," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bupati-bulungan-syarwani-menyambut-baik-gelar.jpg)