Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Gegara Vaksin Covid-19 Habis di KKP Balikpapan, Warga Kecewa Padahal Sudah Antre Lama

Sejak Maret hingga hari ini, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menyediakan pelayanan vaksinasi gratis bagi warga sekitar wilayah Balikpapan Selatan

TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
Kondisi antrean di KKP sesaat setelah vaksin dinyatakan habis oleh petugas, Jumat (15/10/2021).TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Sejak Maret hingga hari ini, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menyediakan pelayanan vaksinasi gratis bagi warga sekitar wilayah Balikpapan Selatan.

Namun, hari ini Jumat (15/10/2021) warga mengeluhkan ketersediaan vaksin yang ternyata telah habis sejak pukul 14.00 WITA.

"Ini kan tadi anak saya sudah daftar, udah masuk di linknya tapi infonya hari ini vaksinnya habis padahal anak saya sudah terdaftar nih nomor antriannya 116," ujar Novi Andriana (39).

Novi mengaku bahwa dirinya harus menunggu anaknya pulang sekolah terlebih dahulu sehingga ia datang terbilang agak siang.

"Saya tadi kan menunggu anak saya pulang sekolah dulu, makanya saya datang agak siang juga. Sudah mengantre juga sama anak saya, tetapi petugas menyampaikan bahwa ketersediaan vaksin telah habis. Sementara dari pihak KKP juga tidak dapat memastikan waktu ketersediaan vaksinasi lanjutannya," tandasnya.

Baca juga: Pastikan tak Ada Dampak Bagi Ibu Hamil di Tarajan, Usia Kehamilan untuk Vaksin 13 Minggu ke Atas

Baca juga: BARU Aturan Bagi Traveler yang Ingin ke Singapura, Anak di Bawah 12 Tahun & Belum Vaksin Boleh Masuk

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Kalangan Remaja dan Pelajar di Kalimantan Utara Masih Rendah

Novi menyampaikan kekecewaannya karena anaknya tidak mendapatkan layanan vaksinasi yang sebenarnya sudah didaftarkan sesuai dengan tahapan yang seharusnya dilakukan.

"Kita udah daftar online nih, sudah mengantre juga sejak siang tadi, tapi kok dipersulit untuk dapat pelayanan vaksinasi itu sendiri.

Saya sudah daftar di pemkot juga tapi nomor antriannya hampir 50000, sementara saat ini baru nomor antrian 20000 sekian. Jadi, seolah-olah seperti golongan atau kumpulan tertentu yang mudah mengakses informasi ketersediaan vaksin yang disediakan oleh pihak-pihak tertentu," pungkasnya.

Baca juga: Digelar Dalam Rangka HUT ke-22 Kutim, 5.000 Pelajar di 33 Sekolah Ikuti Vaksinasi KPC-IA ITB

Novi pun menimpalkan keresahannya kepada pihak Pemerintah Kota Balikpapan bahwa, jika pemerintah menetapkan regulasi wajib vaksin sebagai syarat melakukan perjalanan keluar kota, maka seharusnya jumlah dosis vaksinasi yang dibutuhkan masyarakat juga dicukupi dan aksesnya dimudahkan.

"Kalau misalkan Pemkot Balikpapan menggunakan vaksin ini sebagai syarat perjalanan dan lain-lainnya, setidaknya ketersediaannya ini dicukupi untuk masyarakat yang belum divaksin dan juga aksesnya untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi ini pun dipermudah," timpalnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved