Breaking News:

Berita Paser Terkini

DPMD Catat Hanya 40 Persen BUMDes di Paser yang Berkontribusi ke Desa

DPMD Kabupaten Paser mencatat terdapat 90 Bumdes aktif di Paser, namun dari jumlah tersebut, hanya 40 persen yang memberikan kontribusi yang baik

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Foto bersama usai kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berlangsung di salah satu hotel yang ada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (18/10/2021).TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER- Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Paser mencatat terdapat 90 Bumdes aktif di Paser, namun dari jumlah tersebut, hanya 40 persen yang memberikan kontribusi yang baik kepada desa.

Hal itu disampaikan Bupati Paser, diwakili Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Arief Rahman dalam membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), yang berlangsung di salah satu Hotel di Paser, Senin (18/10/2021).

BUMDes dihgarapkan dapat berperan aktif, utamanya dalam hal peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD), serta mendorong pertumbuhan ekonomi pada bidang penyediaan lapangan kerja kepada lingkungan masyarakat desa.

"Bupati mengharapkan Bumdes yang belum berkembang dan maju, agar melakukan langkah-langkah strategis atau program-program untuk pengembangan Bumdes," imbuhnya.

Baca juga: Rotasi Jabatan, Mantan Kasat Lantas Polresta Balikpapan Kompol Irawan Jabat Wakapolres Paser

Baca juga: Puluhan Siswa di Penajam Paser Utara Terpaksa Belajar Beralaskan Tikar

Baca juga: 12 Tim Meriahkan Turnamen Perbasi Paser Cup 2021, Jadi Ajang Persiapan Jelang Popda XVI Kaltim

Untuk BUMDes yang sudah maju, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada yang lainnya tentang cara, trik, dan strategi, manejemen pengelolaan dan pengembangan.

Sementara bagi Bumdes yang belum maju, agar terus belajar dan membaca peluang-peluang bisnis yang bisa dilakukan untuk meningkatkan PAD.

"Perkembangan bisnis sekarang sudah jauh beriringan dengan teknologi, ini membantu dan memudahkan kita untuk berkreatifitas dalam mengembangkan Bumdes," sebut Arief mewakili Bupati Paser.

Menurutnya Pendemi covid-19, bukanlah suatu halangan untuk membuka usaha, apalagi saat ini angka penyebaran Covid-19 mulai melandai.

Melainkan bisa membuka peluang baru untuk bekerja secara cerdas, mengelola usaha milik desa untuk membangkitkan ekonomi dan dunia usaha di masyarakat.

Baca juga: UP2K Kaltim Targetkan Pengerjaan Proyek Kelistrikan Lima Desa di Paser Rampung Akhir Oktober

"Untuk desa yang belum ada BUMDesnya Bupati mengharapkan agar Dinas PMD untuk memberikan motivasi dan pembinaan supaya terbentuk Bumdes," pungkasnya.

Kegunaan dari BUMDes salah satunya sebagai potensi untuk membangun sektor ekonomi secara makro, diantaranya pendapatan, terbukanya lapangan kerja, dan memacu geliat pola konsumsi masyarakat dalam membelanjakan uang. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved