Minggu, 19 April 2026

Berita Tarakan Terkini

Lahan Persawahan di Tarakan Terbatas, Pernah Panen Tembus 6 Ton Lebih

Tercatat selama 2021, Kota Tarakan sudah melaksanakan panen padi sebanyak dua kali di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aktivitas panen di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, belum lama ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tercatat selama 2021, Kota Tarakan sudah melaksanakan panen padi sebanyak dua kali di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, yang dilaksanakan Kelompok Tani Serumpun Satu.

Dibeberkan oleh Husna Ersant Dirgantara, Kepala Bidang Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, pada panen pertama sebanyak 3,9 ton gabah kering dihasilkan.

Kata dia, kemarin pakai metode hazton, dengan daya tanam, satu lubang bisa sampai 25 rumpun.

"Padahal biasanya hanya 4-5 rumpun dalam satu lubang. Dan ini percontohan,” ujar Ersant.

Baca juga: Program Makmur Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Berhasil hingga 145 Persen

Baca juga: KPwBI Kaltara Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian hingga 5 Ton/Ha Melalui Metode Hazton

Baca juga: Astra Kreatif: PT WKP Beri Bantuan Holtikultura & Perlengkapan Pertanian kepada Kelompok Tani

Panen kedua menghasilkan sekitar 6,8 ton padi menggunakan metode hazton di lokasi sama, Serumpun Satu Mamburungan.

Jadi memang di sana cocok untuk lahan pertanian. Terhitung Tarakan dua kali panen sudah padi.

Kota Tarakan sendiri setahun hanya dua kali panen saran dari pihak kementerian.

"Dan cuaca tidak memungkinkan tiga kali panen dalam setahun," ujarnya.

Ia melanjutkan, adapun setelah dipanen, hanya untuk konsumsi pribadi.

Karena memang hasilnya masih kurang.

“Dipanen di lahan satu hektare saja,” lanjutnya.

Total luasan lahan persawahan di Tarakan yang mumpuni hanya 10 hektare yang produktif.

Dengan luasan itu dinilai masih kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan di Tarakan.

“Luasan baku padi sawah hanya 10, 2 hektare. Kecil sekali. Untuk pribadi saja itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, demplot padi metode hazton sebelumnya sudah ada bantuan bibit kemudian pupuk, pestisida dari pihak BI dan Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved