Breaking News:

Virus Corona di Malinau

Vaksinasi Akabri 1999 Peduli Target 1.500 Sasaran di Malinau, Warga Minta Jaminan Dosis Kedua

Pelaksanaan vaksinasi di Panggung Kesenian Padan Liu Burung dipadati warga Kabupaten Malinau.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Pelaksanaan vaksinasi dosis pertama dan kedua Sinovac melalui program Akabri 1999 Peduli di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (20/10/2021).  TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Pelaksanaan vaksinasi di Panggung Kesenian Padan Liu Burung dipadati warga Kabupaten Malinau.

Pantauan TribunKaltara.com, ada 3 stand gerai vaksinasi didirikan di lokasi pelaksanaan vaksinasi tersebut.

Satu gerai khusus penerima dosis kedua dan dua gerai dari Polres Malinau dan Kodim 0910 Malinau untuk penyaluran dosis pertama Sinovac.

Kapolres Malinau, AKBP Reza Pahlevi menjelaskan total penerima vaksinasi dalam program tersebut ditarget sebanyak 1.500 sasaran. Meliputi penerima dosis 1 dan 2 Sinovac bagi sasaran di wilayah Kabupaten Malinau.

"Peringatan hari puncak Akabri 1999 peduli ini kita target ada ribuan dosis vaksin disalurkan. Ada gerai dosis dua dan dosis satu. Bersama rekan-rekan Kodim 0910 Malinau," katanya.

Baca juga: Gelar Vaksinasi Massal, Alumni AKABRI 1999 Siapkan 3500 Dosis dan 1999 Paket Bansos di Balikpapan

Baca juga: AKABRI Angkatan 1999 Turut Salurkan Bantuan dan Vaksinasi di Jenebora, Penajam Paser Utara

Baca juga: Peduli Warga Terdampak Covid-19, Akabri 89 Bagikan 2.500 Paket Sembako di Balikpapan

Reza Pahlevi menjelaskan, sebelumnya ada sejumlah rangkaian peringatan, diantaranya Bakti Sosial dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Tujuannya untuk meningkatkan capaian vaksinasi daerah. Karena vaksinasi sekarang juga jadi indikator. Kegiatan serupa insyallah akan terus kita upayakan," katanya.

Ditemui seusai vaksinasi, Warga Kecamatan Malinau Kota, Ruslan menyampaikan kegiatan serupa harus digiatkan dan pelaksanaannya berkesinambungan.

Termasuk menjamin ketersediaan dosis ke dua bagi penerima. Menurutnya, permasalahan yang kerap dihadapi adalah kekosongan vaksin dosis dua di daerah.

"Kalau dulu orang takut, sekarang kita yang nyari. Karena harus sudah vaksin baru bebas ke luar daerah. Saran saya, supaya vaksin keduanya terjamin, karena banyak yang bilang sudah jadwalnya, tapi susah nyari dosis dua," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved