Berita Nasional Terkini
Bursa Calon Kepala BIN Mencuat, IndoStrategi Research & Consulting Beber 4 Sosok Jenderal Calon Kuat
Analis politik sekaligus Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam, merangkumnya menjadi 4 memiliki kapasitas dan pengalaman.
TRIBUNKALTIM.CO - Selain bursa calon Panglima TNI yang menjadi perbincangan belakangan ini, ternyata pergantian Kepala BIN juga jadi perbincangan.
Bursa calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menghangat dan memunculkan sejumlah sosok jenderal
Sejumlah nama perwira tinggi dan purnawirawan disebut-sebut sesuai untuk mengganti jabatan yang kini diemban Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan.
Nama-nama tersebut yakni Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Letjen TNI Joni Supriyanto, mantan Kepala BNPB Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, Marsdya TNI (Purn) Dedy Permadi, Bekas Kepala Bais TNI Marsdya (Purn) Kisenda Wiranata dan Mayjen TNI (Purn) Hartomo.
Adapun Analis politik sekaligus Direktur IndoStrategi Research and Consulting, Arif Nurul Imam, merangkumnya menjadi empat.
Baca juga: Akhirnya Laksamana Yudo Margono Jawab Kesiapan Jadi Panglima TNI, Andika Perkasa Jabat Kepala BIN?
Baca juga: Petugas Bersenjata di Rumah Dinas Kepala BIN Berlarian Seusai Terdengar Suara Tembakan, Ini Faktanya
Baca juga: Kepala BIN Ditembak Mati KKB Papua, Jokowi Tak Tinggal Diam, Perintah Khusus ke Panglima TNI-Kapolri
Empat tokoh disebutnya memiliki kapasitas dan pengalaman dalam dunia intelijen.
Mereka yakni Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, Mayjen TNI (Purn) Hartomo, Letjen TNI Joni Supriyanto, dan Marsdya (Purn) Dedy.
Inilah sosok dan profil singkat keempat figur di atas yang dirangkum TribunKaltim.co dari Tribunnews.com dengan judul artikel Sosok 4 Jenderal Masuk Bursa Calon Kepala BIN, Ada Bekas Pejabat Intelijen TNI, dari berbagai sumber
1. Letjen TNI (Purn) Doni Monardo
Mengutip TribunnewsWiki.com, Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 10 Mei 1963.
Doni Monardo menempuh pendidikan menengahnya di SMA Negeri 1 Padang.
Setelahnya, ia menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil).
Doni Monardo lulus dari Akmil pada 1985.
Dari sisi kehidupan pribadi, Doni Monardo menikah dengan Santi Ariviani pada 1992.
Setelah lulus dari Akmil, Doni Monardo ditempatkan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gubernur-akmil-mayjen-tni-hartomo-pimpin-apel-satgastar.jpg)