Minggu, 19 April 2026

Kabar Artis

Hasil Pemeriksaan Rachel Vennya dan Salim Nauderer, Terancam Langgar 2 Pasal, Buna Pucat

Kelakuan Rachel Vennya yang tidak mematuhi aturan penting dalam penanggulangan Covid-19 ini menuai kecaman banyak pihak.

Editor: Heriani AM
instagram @rachelvennya
Potret Rachel Vennya bersama sang kekasih, Salim Nauderer selama melakukan perjalanan ke luar negeri.Rachel Vennya dan Salim Nauderer Kekasihnya Dijadwalkan Diperiksa Siang Ini, Polisi Terapkan Dua UU 

Podcast ini juga menyoroti keberadaan oknum yang membantu kaburnya Rachel Vennya.

Baca juga: Jelang Diperiksa Polisi, Pengakuan Baru Rachel Vennya, Kekasih Salim Nauderer tak Pernah Karantina

Kasus Kaburnya Rachel Vennya Dikhawatirkan Jadi Pemicu Gelombang Ketiga Covid-19 di Indonesia

Prof. Zubairi Djoerban juga mengungkapkan, bahaya seseorang tidak menjalani karantina.

"Kami terus terang setiap hari takut hati-hati gelombang tiga. Gelombang tiga itu muncul kalau kita undang. Tergantung perilaku manusia dan perilaku virus itu sendiri," ujarnya seperti dikutip dari Podcast Deddy Corbuzier, Kamis (21/10/2021).

Profesor yang kerap disapa Berry ini, kasus di Tanah Air menunjukkan tren positif dimana kasus harian maupun kasus meninggal ditekan seminimal mungkin.

"Top sekali penanganan Covid-19 di Indonesia. Kita takut kalau kembali ke rangking satu (jumlah kasus positif di dunia," kata dia.

Menurutnya, kasus Rachel dapat memicu terjadinya gelombang ketiga karena perilaku manusia yang tidak patuh terhadap aturan pencegahan penularan virus Corona.

Apalagi di luar negeri kini dilaporkan banyak temuan varian dan mutasi baru.

"Amat takut kembali terjadi lonjakan kasus. Ini kan bisa jadi pencetus gelombang ketiga seperti Juli awal Agustus dimana rumah sakit penuh, ribuan orang isolasi mandiri, dan banyak yang meninggal saat isoman. Dan sekarang kasus meninggal nyaris minimal, rendah sekali. Bikin trauma itu (lonjakan kasus)," ungkapnya.

Sementara itu, dokter sekaligus influencer dr Tirta juga menyatakan, kabur karantina setelah dari luar negeri memiliki potensi membawa mutasi.

Alasannya, belajar dari kasus 01 dan 02 Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020 lalu, kini selang setahun kasus di Indonesia telah mencapai 4 jutaan kasus.

"Dia itu (Rachel) bisa merusak potensi penanganan Covid di Indonesia. Rachel ini datang dari amerika terus kabur di dua tempat berbeda Bali dan Jakarta melibatkan banyak oknum. Ada jaminan gak orang-orang disekitarnya enggak kena covid atau berani bertanggung jawab kalau dia ternyata membawa mutasi P1 dan P2 dari Amerika," ungkap dokter kelahiran Surakarta ini.

Wajib Diinvestigasi Oknum yang Bantu Kabur Dari Karantina, Rachel Vennya Harus Beri Penjelasan

Dalam podcast yang sama, Dokter Tirta juga menegaskan pentingnya penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus kaburnya Rachel Vennya dari karantina.

"Ini harus diinvestigasi, kasus Rachel ini seolah-olah tenggelam, viral dan dilupakan, kata Dokter Tirta.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved