Kamis, 16 April 2026

Kabar Artis

Rachel Vennya dan Pacarnya Diperiksa Siang Ini, Polisi Terapkan UU Karantina dan Wabah Penyakit

Rachel Vennya dan pacarnya, Salim Nauderer diperiksa polisi siang ini, Kamis (21/10/2021). Polisi terapkan dua Undang-undang.

instagram @rachelvennya
Potret Rachel Vennya bersama sang kekasih, Salim Nauderer selama melakukan perjalanan ke luar negeri.Rachel Vennya dan Pacarnya Diperiksa Siang Ini, Polisi Terapkan UU Karantina dan Wabah Penyakit 

"Kami terus terang setiap hari takut hati-hati gelombang tiga. Gelombang tiga itu muncul kalau kita undang. Tergantung perilaku manusia dan perilaku virus itu sendiri," ujarnya seperti dikutip dari Podcast Deddy Corbuzier, Kamis (21/10/2021).

Profesor yang kerap disapa Berry ini, kasus di Tanah Air menunjukkan tren positif dimana kasus harian maupun kasus meninggal ditekan seminimal mungkin.

"Top sekali penanganan Covid-19 di Indonesia. Kita takut kalau kembali ke rangking satu (jumlah kasus positif di dunia," kata dia.

Menurutnya, kasus Rachel dapat memicu terjadinya gelombang ketiga karena perilaku manusia yang tidak patuh terhadap aturan pencegahan penularan virus Corona.

Apalagi di luar negeri kini dilaporkan banyak temuan varian dan mutasi baru.

"Amat takut kembali terjadi lonjakan kasus. Ini kan bisa jadi pencetus gelombang ketiga seperti Juli awal Agustus dimana rumah sakit penuh, ribuan orang isolasi mandiri, dan banyak yang meninggal saat isoman. Dan sekarang kasus meninggal nyaris minimal, rendah sekali. Bikin trauma itu (lonjakan kasus)," ungkapnya.

Sementara itu, dokter sekaligus influencer dr Tirta juga menyatakan, kabur karantina setelah dari luar negeri memiliki potensi membawa mutasi.

Alasannya, belajar dari kasus 01 dan 02 Covid-19 di Indonesia pada awal Maret 2020 lalu, kini selang setahun kasus di Indonesia telah mencapai 4 jutaan kasus.

"Dia itu (Rachel) bisa merusak potensi penanganan Covid di Indonesia. Rachel ini datang dari amerika terus kabur di dua tempat berbeda Bali dan Jakarta melibatkan banyak oknum. Ada jaminan gak orang-orang disekitarnya enggak kena covid atau berani bertanggung jawab kalau dia ternyata membawa mutasi P1 dan P2 dari Amerika," ungkap dokter kelahiran Surakarta ini.

Wajib Diinvestigasi Oknum yang Bantu Kabur Dari Karantina, Rachel Vennya Harus Beri Penjelasan

Dalam podcast yang sama, Dokter Tirta juga menegaskan pentingnya penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus kaburnya Rachel Vennya dari karantina.

Baca juga: Pengakuan Terbaru Rachel Vennya Disorot Lagi, tak Pernah Karantina hingga Anak Ikut Terbang ke Bali

"Ini harus diinvestigasi, kasus Rachel ini seolah-olah tenggelam, viral dan dilupakan, kata Dokter Tirta.

Dokter Tirta menyebut kasus Rachel Vennya ibarat gunung es yang meledak. Ia yakin Rachel bukan orang pertama.

"Ibaratnya Rachel ini gunung es yang meledak, ini yang harus diselidiki, dapat kontak oknum darimana, kalau ada transaksi dari mana.

Menurut Dokter Tirta ini perlu dilakukan, sebagai upaya memutus oknum nakal

"Kalau gak kaya gini kita membuat aturan karantina sekuat apa pun akan jebol," ucap Tirta lagi.

Dokter Tirta menerangkan alur bagaimana pelaku perjalanan internasional wajib melakukan rangkaian aturan ketat kekarantinaan saat pandemi Covid-19.

"Datang, landing di bandara, diarahkan, hasil PCR nya apa, jika negatif karantina ," katanya. (*)

Berita Kasus Rachel Vennya

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved