Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Tiga Hari Belum Muncul, Bocah di Samarinda Abdul Purnomo Tenggelam atau Hilang?

Tiga hari lalu Abdul Purnomo dinyatakan hilang. Keberadaan Abdul Purnomo (8) saat asik bermain banjir di Jalan Jenderal Ahmad Yani, belum ditemukan

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Mathias Masan Ola
HO/Basarnas
Unit Siaga SAR Samarinda saat melakukan penyelaman dalam upaya mencari Abdul Purnama (8) yang dinyatakan hilang saat bermain banjir, sejak Kamis (21/10/2021) lalu. HO/Basarnas 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tiga hari lalu Abdul Purnomo dinyatakan hilang. Keberadaan Abdul Purnomo (8) saat asik bermain banjir di Jalan Jenderal Ahmad Yani, belum ditemukan.

Lokasi hilangnya korban di Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda. Bocah ini dinyatakan hilang pada Kamis (21/10/2021) lalu, hingga kini belum ditemukan.

Oleh sebab itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Sabtu (23/10/2021) pukul 11.20 WITA pun mulai melakukan pencarian terhadap bocah yang belum diketahui pasti keberadaannya tersebut.

"Unit Siaga SAR Samarinda sudah mengerahkan personel dan sudah tiba di lokasi anak tersebut dinyatakan hilang," terang Melkianus Kotta selaku Kepala Kantor Basarnas Kelas A Balikpapan, Melkianus Kotta dalam siaran persnya.

Sementara itu, Koordinator Unit Siagar SAR Samarinda Dwi Adi Wibowo mengatakan hingga saat ini hasil pencarian masih nihil.

Baca juga: Ditpolairud Polda Kaltim Ikut Menyelam, Cari Bocah Tenggelam di Banjir Samarinda

Baca juga: Relawan Bergantian Menyelam ke Drainase, Cari Bocah Tenggelam dalam Banjir Samarinda

Baca juga: Tubuh Bocah Tenggelam di Lok Bahu Samarinda Ditemukan 50 Meter dari Rumah Neneknya

Ia menyebut ada beberap kendala yang ditemukan. Seperti tidak diketahui apakah korban benar tenggelam atau hilang, juga kondisi parit yang hanya sedalam 1,5 meter menyulitkan mereka untuk melakukan penyelaman.

"Tapi kami tetap melakukan penyelaman. Ada 2 penyelam kami yang turun dengan menyisir 30-40 centimeter dari posisi terakhir anak tersebut terlihat," jelasnya kepada TribunKaltim.co.

Lalu dari hasil penyelaman diketahui bahwa di dalam parit tersebut memang memiliki beberapa gorong-gorong sempit dengan pipa besar di dalamnya.

Kendati demikian, Ia menjelaskan ukuran pipa yang ada tidak memungkinkan korban bisa masuk ke dalamnya. "Kepala orang dewasa saja tidak bisa masuk. Jadi kalaupun anak tersebut benar tenggelam, pasti tidak akan terbawa arus jauh," bebernya.

Selain itu juga, lanjutnya, jika benar anak tersebut tenggelam, hari ini menjadi hari ketiga korban dimana seharusnya sudah muncul ke permukaan.

Baca juga: Tubuh Bocah Tenggelam di Sungai Lok Bahu Samarinda Belum Ditemukan

"Juga pasti sudah mengeluarkan aroma tidak sedap. Tapi ini tidak ada. Karena kalaupun benar terhempas saat ada gelombang, pasti tidak akan terbawa jauh," lanjutnya.

Hingga waktu menunjukkan pukul 15.00 WITA, atas permintaan keluarga untuk mensterilkan area, akhirnya pencarian pun dihentikan.

Meski demikian, Dwi Adi Wibowo menerangkan pihaknya masih menunggu informasi dari pihak keluarga maupun Bhabinkamtibmas setempat.  "Jadi kami masih standby untuk koordinasi lebih lanjut," imbuhnya.

Dalam pencarian tersebut Basarnas membawa alat utama seperti Recue Truck, Dmax, Peralatan menyelam dan Alkom.

Selain Tim SAR ada juga bantuan dari Ditpolairud Polda Kaltim, BPBD Kota dan Provinsi Kaltim, relawan sekota Samarinda dan masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved