Sabtu, 25 April 2026

Otomotif

Tahukah Anda, Inilah Perbedaan Mobil dengan Penggerak Roda Depan dan Belakang

Tahukah Anda, Inilah perbedaan mobil dengan penggerak roda depan dan belakang.

Editor: Nur Pratama
Ryan/GridOto
ilustrasi mobil putih 

TRIBUNKALTIM.CO - Tahukah Anda, Inilah perbedaan mobil dengan penggerak roda depan dan belakang.

Untuk membuat mobil bergerak, mesin yang bekerja akan menyalurkan tenaga ke ban melalui sistem penggerak.

Sistem penggerak sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni penggerak roda depan seperti yang dipakai oleh Toyota Raize dan penggerak roda belakang seperti yang dipakai oleh Toyota Rush dan Avanza.

Aplikasi sistem penggerak tersebut dilatari oleh peruntukan dan kebutuhan kendaraan yang memanfaatkannya.

Agar lebih jelas, Auto2000 memberikan penjelasan dari kedua sistem penggerak tersebut, berikut poin plus dan minusnya.

Baca juga: Benarkah Mengganti Knalpot Racing Bikin Mobil Jadi Lebih Kencang? Ini Penjelasan Lengkapnya

Baca juga: Agar Lebih Nyaman Digunakan dan BBM Tidak Boros, Ini Tekanan Angin Ban Mobil yang Ideal

Penggerak Roda Depan

Sistem penggerak roda depan atau disingkat FWD (Front Wheel Drive) banyak dipakai oleh kendaraan kompak atau perkotaan, di mana tenaga dari mesin akan disalurkan melalui kedua roda depan.

Sistem ini memiliki keunggulan terbesar dalam hal efisiensi lantaran posisi mesin, girboks dan as roda searah dan semuanya berada di depan.

Respons mesin tersalurkan dengan lebih optimal dan membuat konsumsi bensin lebih irit lantaran tenaga tidak banyak tereduksi mengingat komponen penggeraknya lebih sedikit.

Karena konstruksinya lebih ringkas dan kompak, maka bobot keseluruhan mesin hingga as roda dapat dipangkas supaya lebih ringan.

Selain itu, posisi mesin pada penggerak roda depan umumnya melintang (tranverse) yang memberi dampak ruang mesin dapat didesain lebih kompak guna membuat kabin lebih lega.

Dengan dimensi yang sama dengan mobil RWD (Rear Wheel Drive), kabin mobil FWD bakal lebih luas dan nyaman.

Tidak adanya poros penerus tenaga ke as roda belakang atau kerap disebut as kopel membuat lantai kabin rata dan lebih senyap karena minim vibrasi.

Meski demikian, sistem penggerak roda depan tetap memiliki kekurangan. Pertama adalah beban kerja area kaki-kaki depan mulai dari roda, kemudi, hingga suspensi lebih berat lantaran tugasnya sebagai penggerak sekaligus kemudi, termasuk menahan beban mobil ketika pengereman.

Kondisi tersebut berpengaruh pada usia pakai beberapa komponen penggerak roda depan, terutama as roda yang mudah termakan usia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved