Banjir di Samarinda
Walikota Andi Harun ke 4 Titik Pengerjaan Drainase, Cara Mengendalikan Banjir di Samarinda
Walikota Samarinda, Andi Harun melakukan tinjauan ke beberapa titik pengerjaan pelebaran drainase di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun melakukan tinjauan ke beberapa titik pengerjaan pelebaran drainase di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, yang dikerjakan untuk penanganan banjir.
Bersama beberapa jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Andi Harun meninjau pengerjaan pelebaran drainase di simpang empat Jalan PM. Noor.
Dan jalan DI.Panjaitan Samarinda Utara, serta pelebaran Drainase di depan rumah jabatan jalan S.Parman dan simpang 3mpat Lembuswana jalan Dr. Soetomo.
Keempat titik pelebaran drainase tersebut merupakan program prioritas pemerintah kota Samarinda dalam mengurangi dampak banjir yang ada di keempat kawasan tersebut.
Baca juga: UPDATE Banjir di Samarinda, Dua Kelurahan Masih Tergenang Air yang Terus Naik
Baca juga: Borneo FC Bantu Korban Banjir di Samarinda, Buat Posko dan Bagikan Makanan Siap Saji
Baca juga: Afif Rayhan Harun Beri Uang Tunai dan Sembako Bagi Korban Banjir di Samarinda
Lokasi pertama yang dilihat langsung oleh walikota adalah simpang empat PM.Noor, Sempaja Selatan, Andi Harun mendatangi keempat titik pengerjaan drainase di simpang empat tersebut yang saat ini dalam proses pengerjaan.
Ia juga sempat turun dan melihat langsung gorong-gorong drainase yang akan dibuat, dengan berdiri di pipa saluran air di atas drainase tersebut.
Kemudian Walikota Andi Harun berlanjut meninjau simpang Jalan DI. Panjaitan tepatnya melihat progres pembuatan drainase di seberang Masjid Baabul Hafadzah yang akan dihubungkan menuju aliran sungai mati.
Ketiga, mantan wakil ketua DPRD Provinsi Kaltim tersebut melihat proyek pembuatan drainase yang juga mulai dilakukan di Jalan S. Parman menuju jalur lambat Mal Lembuswana hingga persimpangannya.
Baca juga: Banjir di Samarinda Semakin Tinggi, Sebagian Besar Warga Sempaja Timur Mengungsi
Di lokasi ketiga, proses pengerjaan mulai dilakukan dengan membongkar badan jalan S.Parman sekitar 8 meter dengan menggunakan alat berat.
Simpang empat Mal Lembuswana dan Masjid Al Ma'ruf juga disisir oleh sang walikota untuk memantau pengerjaan saluran air dari jalan dr. Soetomo yang mengarah ke saluran air di jalan M. Yamin.
Dikonfirmasi setelah melihat semua proyek yang dikerjakan, Andi Harun mengungkapkan pengerjaan drainase ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pengurangan dampak banjir di titik-titik tersebut yang selama ini dirasakan oleh warga Samarinda kerap digenangi air jika terjadi hujan deras.
"Kita melakukan pelebaran drainase di beberapa titik, mudah-mudahan kalau ini semua selesai terbangun bisa memberi dampak besar terhadap beberapa genangan air di kota Samarinda," ujar Andi Harun kepada awak media.
Baca juga: Berikut Titik-titik Lokasi Banjir di Samarinda, Ketinggian Genangan Air Sampai 70 Cm
Pengerjaan pembuatan drainase ini merupakan kegiatan yang berlangsung di anggaran APBD perubahan tahun 2021 kota Samarinda.
Tak hanya sampai pada pelebaran drainase saja, beberapa pembangunan polder dan kolam retensi juga dicetuskan pada anggaran APBD tahun 2022.
"Khusus untuk di jalan S. Parman, di APBD Perubahan 2021 kita kerjakan sampai pintu Mal Lembuswana sebelah utara, selanjutnya di 2022 kita teruskan hingga mengarah ke kolam retensi," lanjut Walikota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tinjau-banjir-di-empat-jalan.jpg)