Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Dinas Ketahanan Pangan Kutai Kartanegara Terapkan Program PPL untuk KWT, Penuhi Kebutuhan Gizi

Demi memenuhi kebutuhan gizi Kelompok Wanita Tani (KWT) di 18 Kecamatan, Dinas Ketahanan Pangan Kukar menerapkan program Pekarangan Pangan Lestari

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Bahteramsyah dalam satu acara beberapa waktu lalu. HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Demi memenuhi kebutuhan gizi Kelompok Wanita Tani (KWT) di 18 Kecamatan, Dinas Ketahanan Pangan Kukar menerapkan program Pekarangan Pangan Lestari (PPL).

Tentunya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang bergizi bagi keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Bahteramsyah mengungkapkan, adanya program pemanfaatan pekarangan lestari rumah, otomatis para ibu-ibu bisa memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarganya. 

Tanaman yang disarankan juga yang mempunyai gizi.  Seperti tomat, daun sop dan kacang-kacangan. "Jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam itu tentunya mempunyai nilai gizi," sebut Bahteramsyah, Rabu (27/10/2021).

Program ini, kata Bahteramsyah juga sudah berjalan dan ada 18 KWT di semua kecamatan di Kukar yang menerapkannya.

Baca juga: Langkah Nyata, BKP Klas II Tarakan Sukseskan Pekarangan Pangan Lestari di Kaltara

Baca juga: Dinas Ketahanan Pangan Kukar Fokus Tingkatkan Kualitas Makanan Warga, Utamakan Mengandung Unsur B2SA

Baca juga: Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar Sebut Cuaca Berpengaruh pada Kualitas Beras

Melalui APBN, setiap KWT juga menerima bantuan sebesar Rp 60 juta sebagai modal pembelian bibit dan pupuknya.

"Rp 60 juta sudah disalurkan tahun 2021, sekarang sedang berproses di lapangan. Jadi sudah cair semua, tinggal hasilnya saja," tegas Bahteramsyah.

Program ini juga diharap bisa terus berkelanjutan dan para KWT bisa memanfaatkan hasilnya dengan baik.  Selain itu berharap agar tahun 2022 nanti, program ini bisa di backup melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Karena pada tahun 2022 nanti, program ini sudah akan mengarah ke desa-desa yang sudah diputuskan Bupati Kukar sebagai desa stunting.

"Nah kita coba mengarah kepada desa-desa yang sudah diputuskan oleh Bupati sebagai desa stunting yang harus menjadi prioritas untuk dilakukan pembinaan atau pemberdayaan terhadap masyarakat," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved