Berita Kaltara Terkini

Pengrajin Aksesoris Lokal di Pasar Induk Tanjung Selor Mulai Banyak Pembeli

Pengrajin aksesoris dan pernak-pernik khas Dayak di Pasar Induk Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI
Mama Amoy, saat sedang membuat gelang manik dengan motif khas Dayak di kiosnya di Pasar Induk Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara pada Minggu (31/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pengrajin aksesoris dan pernak-pernik khas Dayak di Pasar Induk Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara, mulai merasakan dampak dari adanya kampanye penggunaan aksesoris lokal.

Salah satu bentuk kampanye penggunaan aksesoris lokal dapat dilihat dalam SE Gubernur Kaltara No. 060/3057/Setda VII tentang Himbauan Penggunaan Aksesoris Lokal khas Kalimantan Utara.

Salah satu pengrajin aksesoris lokal yakni Mama Amoy mengatakan, bila sebelumnya tidak banyak orang yang menghampiri lapak jualannya.

Kini hampir setiap hari ada pembeli yang mencari aksesoris lokal.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kalimantan Utara, Gubernur Zainal Paliwang Minta Ada di Pelabuhan

Baca juga: Presiden Jokowi Beber Kalimantan Utara akan Dibuat Kawasan Industri Hijau Pertama di Dunia

Baca juga: Disalurkan 3 Tahap, Penyaluran DAK Fisik Kalimantan Utara Terealisasi Rp 167,27 Miliar

Aksesoris yang paling banyak dicari ialah gelang manik-manik bermotif Dayak, dan kalung, karena harganya yang relatif murah, mulai dari Rp 20 Ribu hingga Rp 70 Ribu per buahnya.

“Kalau dulu sedikit yang cari, sekarang hampir tiap hari ada yang cari,” kata Mama Amoy, Minggu (31/10/2021).

Tak hanya aksesoris yang murah harganya, Mama Amoy mengakui bahwa para pembeli juga mengincar beberapa aksesoris yang harganya relatif mahal.

Seperti kalung yang berhiaskan gigi dan kuku beruang, topi rotan hingga mahkota untuk tari.

Baca juga: Pansus DPRD Kalimantan Utara soal Revisi Perda PT Migas Kaltara Jaya Sudah Selesai Bertugas

Ini ada dari gigi beruang ada juga dari kukunya ini, ada yang Rp 300 ribu ada yang Rp 500 ribu.

Aada juga topi menari ini, mahkota Rp 400 Ribu banyak juga orang cari ini,” tambahnya.

Ia mengaku bersyukur, dengan adanya aturan baru dari pemerintah tersebut membuat barang jualannya semakin dilirik banyak orang.

Bahkan, nenek berusia 71 tahun ini berujar, bila suatu saat berkesempatan bertemu dengan Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang.

Baca juga: Investasi Besar di Kalimantan Utara Diharapkan Ada Transfer Pengetahuan

Ia akan memberikan hadiah berupa gelang kepada gubernur. Hal ini sebagai ungkapan rasa terima kasihnya atas kebijakan yang diambil orang nomor satu di Kalimantan Utara itu.

“Ini Gubernur hebat betul, orang kerja di kantor disuruh pakai manik-manik, jadi laku juga manik kami, kalau datang nanti kasih hadiah aku siapkan gelang nanti kukasih,” katanya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved