Breaking News:

Berita Kukar Terkini

161 Penyuluh Pertanian Distanak Kukar yang Mendampingi KWT dan Gapoktan Disebut Masih Minim

161 penyuluh pertanian yang bertugas mendampingi Kelompok Tani (Poktan) dinilai Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara, masih min

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Salah satu areal persawahan di Desa Muhuran, Kukar. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - 161 penyuluh pertanian yang bertugas mendampingi Kelompok Tani (Poktan) dinilai Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara, masih minim.

Jumlah tersebut merupakan gabungan dari PNS dan PPPK. 

Kepala Distanak Kukar, Sutikno menuturkan para penyuluh ini tersebar di beberapa poktan sejumlah desa.  Terkadang satu desa memiliki dua atau tiga penyuluh. Bahkan juga ada, tiga desa memiliki satu penyuluh. 

Desa Jonggon misalnya, ada total 36 poktan dan mereka memiliki tiga penyuluh pertanian

Satu penyuluh dapat menjangkau dua kelurahan yang masing-masing memiliki empat poktan.  "Kalau idealnya satu penyuluh itu membina delapan poktan," sebutnya, Selasa (2/11/2021) hari ini. 

Baca juga: Hari Tani Nasional, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Beri Bantuan Pertanian Kepada Poktan di Tana Lia

Baca juga: Salurkan Aspirasi DPR RI, Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi Serahkan Bantuan Alsintan ke Poktan

Baca juga: Bupati Kukar Terima Bantuan Puluhan Alsintan untuk Poktan dari Aspirasi 2 Orang Anggota DPR RI

Penyuluh bertugas memberikan pembinaan secara masif dan berkelanjutan. 

Para penyuluh harus turun langsung ke lapangan memberikan pembinaan kepada Kelompok Tani Wanita (KWT) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). 

Diakuinya bahwa Distanak memang masih kekurangan penyuluh. Tak habis akal, pihaknya menumbuhkan penyuluh swadaya dari petani maju untuk direkrut.

Meski masih minim, Sutikno menjabarkan bahwa ini ialah langkah atau komitmen Pemkab Kukar guna mengembangkan pertanian di Kukar. 

Tentunya ingin pertanian di Kukar bisa semakin maju dan petani-petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih baik.

"Sebetulnya kekurangan penyuluh, jadi kita menumbuhkan dari swadaya petani maju, totalnya sebanyak 86 orang," pungkas Sutikno. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved