Berita Balikpapan Terkini
Supomo, Seniman Seni Kanji Wafat Saat Puncak Karir
Supomo sebagai sosok dibalik Seni Kanji meninggalkan ratusan arsip karya yang belum dipublikasi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Supomo sebagai sosok dibalik Seni Kanji meninggalkan ratusan arsip karya yang belum dipublikasi.
Diketahui, Supomo merupakan ilustrator dari Seni Kanji yang berkolaborasi bersama anaknya Yulius Iskandar (37), hingga menghasilkan karya baru yang unik dan berbeda.
Kolaborasi ini dimulai pada 2019 dan mulai aktif mengerjakan commission work mulai tahun 2020 bersama dengan brand-brand serta seniman-seniman.
Namun demikian, Supomo wafat pada 25 Juli 2021 dan meninggalkan Seni Kanji ketika mencapai puncak karirnya.
"Beruntungnya, saya menyimpan karya asli dari ayah yang memang terbilang cukup banyak, saya order sendiri ke ayah untuk dijadikan produk hak milik saya bersama ayah," ujar Yulius.
Baca juga: Seni Kanji Kolaborasi Dengan Brand dan Seniman di Balikpapan
Baca juga: Mengenal Seni Kanji yang Berkibar di Balikpapan, Saksikan hingga 13 November 2021
Baca juga: KPU Balikpapan Persiapkan Pemutakhiran Data, Noor Thoha Sebut Pemilu 2024 tanpa Coklit
Yulius menyampaikan bahwa dirinya sudah mengamankan karya seni ayahnya yang akan dipublikasikan Seni Kanji secara bertahap.
"Di rumah itu karya asli ayah saya ada sekitar ratusan karya yang belum dipublikasikan. Nah, itu jadi tugas saya untuk mengatur ritmenya karya-karya ini keluar secara bertahap, agar karya ayah ini tetap hidup," tandasnya.
Yulius mengaku, sampai saat ini, karya seni hasil ilustrasi Supomo yang sudah dipublikasi sendiri masih baru mencapai 5 persen dari keseluruhan karya yang disimpannya.
"Yang sudah dipublikasi di Instagram Seni Kanji sendiri itu baru sekitar 5 persen dari keseluruhan karya ayah saya," lanjutnya.
Selain itu, Yulius mengungkapkan bahwa masih banyak proyek yang nantinya akan menciptakan karya baru lintas media, seperti rajut, kolase dan lain-lain.
Untuk Yulius pribadi, karya favorit dari hasil kolaborasi sosok ayah dan dirinya sendiri ini ada pada quotes "Langit Tak Perlu Menjelaskan Bahwa Dirinya Tinggi".
"Menjadi karya palilng favorit karena quotesnya sendiri sudah saya buat sejak masih duduk di bangku kuliah dulu," kata Yulius.
Disamping itu, hal tersebut dianggap relevan di kehidupan Yulius karena dirinya sering bertemu dengan figur-figur hebat yang down to earth di sekelilingnya.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Balikpapan tak Timbulkan Korban Jiwa, Kerugian Ditaksir Rp 50 Juta
"Sosok tersebut itu pun saya temui di sosok ayah saya, beliau nggak pernah mau disebut seniman karena beliau selalu minder dengan karyanya sendiri," pungkasnya.
Karya "Langit Tak Perlu Menjelaskan Bahwa Dirinya Tinggi" ini dibuat pada April 2021.
"Ayah sendiri sempat bilang sama saya, 'Selama papa ngegambarin buat Seni Kanji, ini yang paling puas'. Beliau sendiri mengaku begitu, makanya karya ini juga menjadi karya favorit saya," ucap Yulius.
Karya ini juga merupakan satu-satunya karya Seni Kanji yang tidak terdapat makhluk hidup di dalamnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/langit-tak-perlu-menjelaskan-bahwa-dirinya-tinggi-tengah.jpg)