Virus Corona di Berau
Menko PMK Muhadjir Effendy Apresiasi PTM Terbatas di Kabupaten Berau
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy melihat langsung pelaksanaan PTM Terbatas di salah satu sekolah
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy melihat langsung pelaksanaan PTM Terbatas di salah satu sekolah yakni MIN Berau.
Kegiatan tersebut diakui Muhadjir, untuk melihat langsung bagaimana penerapan protokol kesehatan yang berlaku selama PTM Terbatas dilaksanakan, juga melihat kondisi sekolah yang dimana menjadi perwakilan lomba adwiyata.
“Ini sekolah madrasan negeri satu-satunya di Kabuparen Berau, kedatangan saat ini melihat langsung proses PTM dan berlangsung dengan sangat baik,” bebernya kepada TribunKaltim.Co, Rabu (3/11/2021).
Menurutnya, sekolah sudah menyiapkan sarana sanitasi yang baik, dengan pantauan satgas Covid-19 milik sekolah.
Baca juga: Sepekan PTM, Kepsek SDN Utama 2 Tarakan Sebut, 95 Persen Orangtua Siswa Setuju Kembali ke Sekolah
Baca juga: Evaluasi Pelaksanaan PTM di Tarakan, Hari Pertama Tercatat 4.000 Siswa Ikut Pembelajaran Tatap Muka
Baca juga: PTM Terbatas Berlangsung di SMKN 2 Tanjung Selor, Kepsek Terapkan Shift Masuk Sekali dalam Seminggu
Lanjutnya, pendidikan edukasi akan sangat efektif jika melalui kontrol langsung di sekolah.
Sebab itu, ia sangat mendukung Pemkab Berau untuk melaksanaan PTM secara merata.
Bahkan ia berpesan, agar kapsitas ruang kelas dapat menampung 50 persen untuk PTM terbatas, apalagi dirinya mengetahui bahwa kasus Covid-19 tidak lagi tinggi.
“Saya minra personal dengan wakil bupati, untuk bisa menambah kapasitasnya jadi 50 persen, jika penerapan protokol kesehatan lainnya lengkap,” bebernya.
Lebih lanjut, Muhadjir mandorong untuk pelaksanaan PTM Terbatas bisa dilaksanakan di seluruh sekolah berau hingga mencapai 100 persen.
Muhadjir menegaskan juga, untuk vaksinasi memang menjadi pertimbangan, namun, hal utama yang perlu dipatuhi dahulu penerapan protokol kesehatan.
Begitu juga apresiasi kepada Pemkab Berau, yang telah mencapai 61 persen vaksin pada dosis pertama.
“Vaksinasi itu bukan satu-satunya aturan untuk membuka PTM, memang vaksin itu penting, tapi lebih penting bagaimana penerapan di lapangan,” ungkapnya.
Baca juga: Di Hadapan Menkumham Yasonna Laoly, Isran Noor Beber Alasan Belum Izinkan Gelar PTM untuk SMA
Selain itu, ia juga meminta agar SMA maupun SMK untuk segera melakukan tatap muka, walaupun kewenangan tersebut ada di provinsi.
“Untuk provinsi saya minta diberikan izin untuk PTM sesuai skb 4 menteri. Tapi tetap harus ada rekomendasinya terlebih dahulu,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/menteri-koordinator-bidang-pembangunan-manusia-dan-kebudayaan-muhadjir-effendy098.jpg)