Dua Mitra Binaan Pupuk Kaltim Kembali Raih SPPT SNI
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi pengurusan penggunaan tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) oleh produk mitra binaan peru
Dirinya mengaku jika jaminan kualitas yang sesuai SNI, memberikan dampak secara signifikan terhadap perkembangan usaha yang telah dirintis sejak 2017.
Astril mengatakan, awalnya kurang optimistis mampu mendapatkan SPPT SNI, karena awam dengan pengurusan berbagai dokumen dan persyaratan.
Namun dengan pembinaan dari PKT yang tak hanya memberikan permodalan dan promosi usaha, dia didampingi secara intensif hingga berhasil melalui verifikasi tim internal Perusahaan maupun LSPro.
"Jadi awalnya audit mutu dulu dari tim PKT, setelah itu baru LSPro untuk seluruh tahapan proses produksi hingga bahan yang digunakan. Kami merasa sangat dibantu dan didampingi PKT untuk lebih maju hingga akhirnya mendapatkan label SNI," terang Astril.
Total produksi Astril meningkat tajam, dari awal hanya bisa menjual 50 bungkus abon dalam satu bulan, kini dia mampu memasarkan lebih dari 500 bungkus untuk tataran regional.
Potensi pemasaran Abon Jaya Mandiri juga tak main-main, mencakup seluruh wilayah Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara dan Jawa.
Bahkan Astril tengah menjajaki potensi pasar ekspor, karena permintaan yang juga terbilang tinggi, khususnya untuk kawasan Asia seperti Taiwan dan Singapura.
"Awalnya hanya untuk permintaan oleh-oleh dari beberapa teman yang kerja di luar negeri, tapi lama-kelamaan makin banyak dan kami coba ekspor. Walau sempat terdampak pandemi, kini penjualan sudah mulai bagus lagi," lanjut Astril.
Baca juga: Tingkatkan Kemampuan Nelayan Binaan, PKT Bekali Teknik Transplantasi Terumbu
Begitu juga dari sisi pemberdayaan, sejumlah ibu rumah tangga sekitar tempat tinggalnya turut bergabung di rumah produksi Abon Jaya Mandiri, sehingga mampu menopang ekonomi dan kesejahteraan keluarga.
Astril berkomitmen untuk terus memberikan jaminan kualitas dan mutu untuk setiap produk.
"Sudah banyak yang dilakukan PKT sehingga kami bisa makin berkembang seperti sekarang. Semoga usaha binaan lainnya segera menyusul untuk mendapatkan SPPT SNI, karena sangat bermanfaat untuk kemajuan usaha," tandas Astril.
VP CSR PKT Anggono Wijaya menyebut, dorongan penggunaan SPPT SNI bagi UMKM binaan merupakan kesinambungan upaya PKT melakukan pembinaan untuk peningkatan daya saing produk lokal, agar mampu menembus pasar nasional maupun global.
Empat UMKM binaan PKT yang kini telah mendapatkan SPPT SNI menunjukkan produktivitas sangat baik, dibuktikan dengan jumlah produksi serta jangkauan penjualan yang mampu bersaing dengan produk lainnya.
"Hal ini telah menjadi komitmen PKT untuk menghadirkan produk yang sesuai SNI, diikuti seluruh UMKM binaan untuk memberikan jaminan mutu dan kualitas dari setiap produk yang dihasilkan," kata Anggono.
Baca juga: Program Makmur Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Berhasil hingga 145 Persen
Sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19, dorongan SPPT SNI terus dilakukan PKT bagi usaha binaan lainnya, agar makin banyak produk UMKM yang mampu meningkatkan daya saing dengan potensi pasar yang lebih luas, sehingga berdampak terhadap ekonomi dan kemajuan usaha masyarakat.
"Minimal setiap tahun ada satu mitra binaan PKT yang bisa tersertifikasi SNI dan beberapa di antaranya kini juga dalam tahap pengurusan. Semoga dengan upaya ini, produk yang dihasilkan makin berdaya saing serta lebih berdampak terhadap kemajuan UMKM lokal," pungkas Anggono. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/amplang-ikan-barokah.jpg)