Berita Nasional Terkini
Kepala BNPT Beber Tak Sedikit PNS yang Terlibat dalam Jaringan Teroris, Ada Oknum TNI dan Polri Juga
Kepala BNPT Boy Rafli Amar beber tak sedikit PNS yang terlibat dalam jaringan teroris, ada oknum TNI dan Polri juga.
TRIBUNKALTIM.CO - Kepala BNPT beber tak sedikit PNS yang terlibat dalam jaringan teroris.
Sedikitnya puluhan ASN yang statusnya jadi tersangka kasus terorisme dari data 2010 lalu.
Bahkan kelompok teroris juga melebarkan jaringannya hingga ke institusi TNI dan Polri.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan kelompok terorisme akan melakukan beragam upaya untuk dapat merekrut masyarakat masuk ke dalam jaringannya.
Informasi selengkapnya ada dalam artikel ini.
Baca juga: Ledakan di Rumah Ortu Veronica Koman Bukan Bom, Kerabat Aktivis Papua juga Diteror Bangkai Ayam
Baca juga: Penyanyi Muda Brasil Marilia Mendonca Tewas Kecelakaan, Neymar Persembahkan Golnya untuk Sang Idola
Baca juga: Akses Jalan Poros Bontang-Samarinda Lumpuh Akibat Banjir, 1 Truk Angkutan Batu Bara Terbalik
Dilansir Tribunnews.com dalam artikel berjudul Kepala BNPT Sebut Tak Sedikit ASN di Indonesia Masuk Jaringan Terorisme: Perlu Kewaspadaan Dini, Boy menyebut, kondisi tersebut jelas masih menjadi tantangan bangsa Indonesia sebab sangat bertentangan dengan nilai luhur dan ideologi negara.
Satu di antara beberapa jaringan terorisme tersebut yang aktif merekrut orang adalah Jamaah Islamiyah (JI).
Boy mengatakan JI hingga kini masih terus melakukan rekrutmen untuk kelompoknya.
"Bahkan menyelenggarakan kegiatan pendanaan untuk terorisme, mereka berusaha mengumpulkan dana dari masyarakat untuk mendukung aktivitas kegiatan terorisme mereka seperti memberangkatkan pihak-pihak tertentu untuk berangkat ke Suriah misalkan, itu adalah salah satu yang mereka lakukan," kata Amar dalam acara Power Breakfast radio Elshinta, Senin (8/11/2021) pagi.
Boy menyebut, dalam perekrutannya, jaringan terorisme JI itu kerap kali menargetkan masyarakat dari berbagai kalangan termasuk kalangan bawah.
Bahkan ironisnya, Mantan Kapolda Papua itu mengatakan, tidak sedikit pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) masuk sebagai anggota organisasi terlarang itu.
"Karena itu kita tidak ingin masyarakat kita menjadi korban seperti sekarang ini, karena mereka memang berusaha mencari jejaring nya sampai ke lapisan masyarakat bawah dan tidak sedikit mereka yang berlatarbelakang ASN," ucapnya.
Baca juga: Akses Jalan Poros Bontang-Samarinda Lumpuh Akibat Banjir, 1 Truk Angkutan Batu Bara Terbalik
Hanya saja, Boy Rafli Amar tidak menyebutkan secara detail jumlah pegawai ASN yang terpapar paham radikalisme tersebut.
Pernyataan ini juga merujuk pada kasus penangkapan anggota terorisme JI di Lampung yang ternyata juga menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri dari Pemda Lampung.
Atas hal itu, kata Jenderal Polisi bintang tiga tersebut, sangat diperlukan pemahaman atau edukasi tentang pertentangan terhadap narasi-narasi radikal sedari dini.