Berita Balikpapan Terkini
PHM Layarkan Dek Anjungan Migas Lepas Pantai WPN4 dan WPS3, Proyek JSN dari Kabupaten Bintan, Kepri
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan seremoni proses melayarkan bagian dek WPN4 dan WPS3 Proyek JSN (Jumelai, North Sisi, North Nubi) di Kabupate
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan seremoni proses melayarkan bagian dek WPN4 dan WPS3 Proyek JSN (Jumelai, North Sisi, North Nubi) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Anjungan WPN4 dan WPS3 akan menempuh perjalanan laut dari Bintan menuju perairan Kalimantan Timur yang diperkiraan memakan waktu sekitar 15 (lima belas) hari.
Untuk kemudian dipasang di atas jacket (kaki-kaki) WPN4 dan WPS3 yang sudah terpasang.
Ready for Drilling (RFD) untuk anjungan JML1 ditargetkan siap pada awal Desember 2021, kemudian anjungan WPN4 di akhir Desember 2021, dan anjungan WPS3 di bulan Februari 2022.
Proyek JSN secara keseluruhan akan diselesaikan dalam waktu 20 (dua puluh) bulan sejak dari penandatanganan kontrak sebagai tanda dimulainya pekerjaan proyek JSN pada tanggal 30 Juni 2020.
Baca juga: PT PHM Periksa Kadar Gas di Waduk Telagasari Balikpapan, Tidak Ada Indikasi Kandungan Berbahaya
Baca juga: Proyek Konstruksi Tiga Anjungan Lepas Pantai SKK Migas – PT PHM Senilai US$ 105 Juta Resmi Dimulai
Baca juga: Serahkan Bantuan Program Pemberdayaan Masyarakat, Bupati Kukar Apresiasi PT PHM
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Operasi SKK Migas Pusat, Julius Wiratno; Komisaris Utama PHI, Adriansyah; Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim; dan General Manager PHM, Agus Amperianto.
Dalam sambutannya, Chalid mengatakan kedua anjungan lepas pantai yaitu WPN4 dan WPS3 akan melengkapi pengembangan Proyek JSN di WK (wilayah kerja) Mahakam.
“Kami terus melaksanakan koordinasi yang intensif dengan SKK Migas dan Pertamina Subholding Upstream, melaksanakan strategi untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menjelaskan, kegiatan ini merupakan pencapaian yang melibatkan multi stakeholder dari berbagai pihak.
“Kami sangat mengapresiasi progress pekerjaan ini sehingga saat ini anjungan lepas pantai WPN4 dan WPS3 telah siap untuk dilayarkan untuk membantu pengembangan Proyek JSN,” katanya.
Baca juga: Sosialisasi Pelayaran dan Keamanan Anjungan Migas Chevron-SKK Migas
Julius juga menyampaikan apresiasi kepada PHM atas pencapaian luar biasa sebagai salah satu dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Indonesia yang produksinya diatas 100%.
Konstruksi proyek terintegrasi Engineering, Procurement Supply Construction, & Commisioning Jumelai, North Sisi and North Nubi (EPSCC JSN) ini dilakukan oleh PT Meindo Elang Indah sebagai pelaksana proyek.
Proyek ini diawali dengan beberapa milestone penting, dimana pemotongan baja pertama dilakukan pada tanggal 1 September 2020 sebagai awal pekerjaan konstruksi.
Kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan fabrikasi 3 (tiga) buah jacket yang telah selesai pada Januari 2021. Saat ini 3 buah jacket tersebut telah terpasang di lapangan South Mahakam dan Sisi Nubi pada April 2021.
General Manager PHM, Agus Amperianto, menyampaikan setiap anjungan dari Proyek JSN ini didesain untuk kapasitas produksi 45 MMSCFD, dengan biaya investasi sebesar USD 120 Juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/phm-melayarkan-dek-wpn4-di-kepri.jpg)