Breaking News:

Berita Penajam Terkini

Anggota DPRD Kaltim Sebut Peredaran Narkoba di Penajam Paser Utara Ancaman Serius Bagi Generasi Muda

Peredaran obat-obatan terlarang atau narkoba di wilayah calon Ibu Kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur cukup tinggi dan sanga

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Mathias Masan Ola
HO/Baharuddin Anggota DPRD Kaltim
Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin saat melakukan sosialisasi di Kabupaten PPU. HO/Baharuddin Anggota DPRD Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Peredaran obat-obatan terlarang atau narkoba di wilayah calon Ibu Kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur cukup tinggi dan sangat mengkhawatirkan.

Pasalnya, menurut data dari Pengadilan Negari atau PN Penajam bahwa di PPU perkara pidana mulai dari Januari hingga Oktober 2020 paling mendominasi adalah kasus Narkotika atau obat-obatan terlarang.

Terkait masalah Narkoba, Anggota DPRD Kaltim Baharuddin mengungkapkan bahwa narkoba juga menjadi ancaman serius bagi masyarakat terlebih terhadap generasi penerus.

"Melihat kondisi saat ini, peredaran narkoba benar-benar menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terlebih terhadap generasi penerus kita, dan ini butuh perhatian kita semua," kata Baharuddin, Minggu (14/11/2021).

Dia menekankan penyebaran barang haram tersebut khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara terus dipantau dan melakukan gebrakan melalui sosialisasi produk hukum kepada masyarakat.

Baca juga: Ketua BNK Sebut Ada 56 Desa di Kukar Masuk Kawasan Bahaya Narkoba

Baca juga: Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Ingatkan Bahaya Narkoba: Bisa Merusak Generasi Bangsa

Baca juga: Amankan Sabu Senilai Rp 1 M, Polres Bontang Klaim Selamatkan 5.026 Orang dari Bahaya Narkoba

Dia menyebutkan terdapat beberapa peraturan daerah (Perda) terkait hal tersebut. Baharuddin mengatakan bahwa perda tersebut sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi peredaran narkoba.

"Ada beberapa perda terkait dengan narkoba, perda ini sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat sekaligus untuk mengantisipasi adanya peredaran narkoba di Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Baharuddin. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved