Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Dampak PPKM Darurat, Ekonomi Kaltara Kuartal 3 Melambat, Sektor Administrasi Paling Cepat Pulih

Memasuki akhir 2021 perlahan Provinsi Kaltara terus mengalami pertumbuhan. Dari sektor administrasi pemerintahan dinilai paling cepat pulih.

SCREENSHOT TRIBUNKALTIM/ANDI PAUSIAH
Andri Asmono, Chief Economist Bank Mandiri dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Kaltara, Kamis (18/11/2021). SCREENSHOT TRIBUNKALTIM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Memasuki akhir 2021 perlahan Provinsi Kaltara terus mengalami pertumbuhan. Dari sektor administrasi pemerintahan dinilai paling cepat pulih.

Ini dibeberkan Andri Asmono, Chief Economist Bank Mandiri. Dibeberkan Andri, di sektor konstruksi, masih terkontraksi secara year on year. “Sektor terbesar ada di pertambangan yakni tumbuh di kuartal III tahun 2021,” ujarnya.

Sektor investasi per sektor juga tak luput dibahas Andri Asmono. Dalam hal ini, penanaman modal asing (PMA) terbesar di Kaltara adalah industri makanan dan PMDN terbesar adalah sektor pertambangan.

Lebih lanjut ia membeberkan, khusus sektor PMA dalam nilai USD juta, industri makanan nilainya mencapai US$43,926 lalu disusul pertambangan sebesar US$26,435.

Total jumlah proyek tercatat 22 untuk sektor industry makanan dan 4 jumlah proyek untuk pertambangan.

Baca juga: Triwulan III 2021, Badan Pusat Statistik Catat Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,24 Persen

Baca juga: Inaugural Penerbangan Perdana Balikpapan-Tarakan, Teguh Harapkan Garuda Bangkitkan Ekonomi Kaltara

Baca juga: Triwulan II 2021, Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,81 Persen

Sementara itu, di industry kimia dan farmasi, mencapai US$17,108 dengan 4 jumlah proyek. Menyusul tanaman pangan, perkebunan sebesar US$15,663 dengan 23 jumlah proyek.

Ia mengatakan, kebijakan Bank Indonesia dalam mengawal stabilitas nilai tukar juga dinilainya berhasil jika melihat data yang ada. Dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Lebih jauh ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi di Kaltara tumbuh tinggi pada kuartal III tahun 2021 akibat low base effect pada 2020 lalu.

Jika melihat pertumbuhan ekonomi kuartalan, pada kuartal III tahun 2020 lalu sempat mengalami kontraksi sampai pada minus 4,76 persen secara yoy. Dibandingkan kuartal III tahun 2021, pertumbuhan membaik mencapai 5,42 persen.

Ia melanjutkan, memang sebelumnya ekonomi Indonesia pada kuartal III sempat melambat akibat dampak PPKM darurat namun bisa diprediksi memasuki kuartal IV mulai terakselerasi.

“Kontribusi komponen konsumsi dan investasi melambat akibat PPKM. Sementara net ekspor meningkat didukung tingginya harga komoditas,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved