Selasa, 21 April 2026

Berita Nasional Terkini

Epidemiolog UGM Beber Analisa Mengerikan Covid-19, 80 Persen Warga Indonesia Terinfeksi Varian Delta

Epidemiolog UGM beber data mengerikan Covid-19, 80 persen warga Indonesia terinfeksi varian delta

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Freepik
Ilustrasi Virus Corona, varian delta plus telah teridentifikasi di Indonesia. Epidemiolog UGM sebut 80 persen penduduk Indonesia sudah terinfeksi varian delta 

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus Covid-19 di Indonesia masih melandai di kisaran angka ratusan.

Sebelumnya, Indonesia dilanda gelombang 3 Virus Corona pada Juli-Agustus lalu, di mana, kasus baru harian menyentuh angka lebih dari 50 ribu.

Epidemiolog Universitas Gadjah Mada ( UGM) Citra Indriani pun membeberkan analisa yang cukup mengerikan mengenai penularan Covid-19 di Indonesia.

Citra menyebut, sekitar 80 persen penduduk Indonesia pernah terinfeksi Virus Corona varian delta.

Diketahui, varian delta menyebabkan gelombang Covid-19 tinggi di India, dan jadi penyebab gelombang kedua di Indonesia.

Citra juga menyebut landainya kasus baru Covid-19 di Tanah Air disebabkan program Vaksinasi yang terus berjalan massif.

Baca juga: Jadwal PPKM Level 3 Mulai Berlaku dan Berikut Tiga Tempat yang Diperketat Pengawasan Prokes

Baca juga: PPKM Level 3 Diterapkan Jelang Natal dan Tahun Baru, Wabup Kutim Kasmidi Beri Respon Positif

Baca juga: ATURAN BARU Tak perlu PCR di November 2021, Cek Syarat Naik Kapal Pelni ke Wilayah PPKM Level 1 - 4

Pemerintah pun mencoba mencegah terjadinya gelombang ke 3, dengan memberlakukan kembali Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat atau PPKM Level 3 di akhir tahun.

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Epidemiolog UGM Sebut 80 Persen Warga Indonesia Telah Tertular Varian Delta, Epidemiolog UGM Citra Indriani, menyebutkan kemungkinan besar atau sekitar 80 persen penduduk Indonesia telah terinfeksi oleh varian Delta.

Pasalnya, kini jumlah kasus positif Covid-19 mengalami penurunan secara drastis karena terbentuknya imunitas kelompok secara alamiah.

Artinya, tubuh memiliki antibodi yang spesifik untuk strain virus tertentu.

Dalam keterangannya Citra menambahkan, percepatan program vaksinasi juga dilakukan dengan harapan meminimalkan tingkat keparahan apabila terinfeksi kembali.

“Infeksi covid lebih dari 50 persen adalah asimtomatis, mungkin 80 persen penduduk kita telah terinfeksi (varian) Delta.

Namun, kalau sudah terinfeksi sedemikian banyak apakah sudah memiliki imunitas kelompok dan tidak ada ancaman gelombang ketiga?

Sebagian besar infeksi natural membentuk antibodi yang spesifik untuk virus atau strain virus yang menginfeksi, tidak untuk strain yang lain.

Sehingga imunitas alamiah yang terbentuk saat ini mungkin tidak bisa kita andalkan apabila kita kedatangan strain yang baru,” kata Citra, Sabtu (20/11/2021).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved