Breaking News:

Jeli Membaca Peluang di Desa, 3 Pengusaha Lokal Ini Sukses Hasilkan Omzet Ratusan Juta

Bekerja atau memulai bisnis di desa masih membuat enggan banyak orang. Namun, tidak bagi beberapa pengusaha lokal di desa yang memiliki pandangan

Editor: Diah Anggraeni
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi desa yang memiliki potensi yang besar untuk dikembangan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bekerja atau memulai bisnis di desa masih membuat enggan banyak orang. 

Hal ini lantaran masih adanya anggapan bahwa penghasilan bekerja di desa kecil, bahkan jauh dari kesejahteraan.

Namun, tidak bagi beberapa pengusaha lokal di desa yang memiliki pandangan berbeda tentang bekerja di desa.

Mereka adalah Ai Garneli asal Majalaya; Nardi asal Wangunharja; dan Sunardi asal Gempol Kolot.

Baca juga: Bank BRI Kanca Tanjung Redeb Serahkan Bantuan CSR Ambulans ke Kodim 0902/Trd Berau

Menurut ketiganya, desa memiliki potensi yang besar untuk dikembangan.

Bahkan, jika jeli membaca peluang yang ada, potensi bisnis tersebut dapat memberikan kesejahteraan bagi warganya.

Untuk memanfaatkan segala potensi yang ada di desa, pengusaha lokal juga harus memiliki sikap tahan banting.

Menurut Nardi yang juga pengusaha lokal asal Desa Wangunharja, Kabupaten Bandung Barat, sikap tersebut adalah kunci agar sukses di desa.

"Kalau rugi sudah biasa pasti pernah, bahkan saya pernah rugi sampai ratusan juta. Pertama usaha mebel rugi, kedua pernah usaha nugget rugi juga. Dua usaha itu rugi ratusan juta, terakhir saat buka rental mobil, satu unit sampai sekarang tidak kembali," ucap pria yang saat ini mampu menghasilkan omzet hingga Rp 900 juta/bulan.

Senada dengan Nardi, Ai Garneli menambahkan, agar sukses menjadi pengusaha lokal, mereka harus mau beradaptasi agar setiap peluang dapat dimaksimalkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved