Breaking News:

Berita DPRD Samarinda

Komisi II DPRD Samarinda Yakin Bisa Raup PAD dari Sistem Parkir Berlangganan

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda melalui sektor parkir terus diupayakan oleh Pemerintah Kota Samarinda.

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Fuad Fakhruddin, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda. Ia melihat potensi yang menjanjikan dalam penerapan sistem parkir berlangganan. TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda melalui sektor parkir terus diupayakan oleh Pemerintah Kota Samarinda.

Salah satu caranya adalah dengan mewacanakan sistem parkir berlangganan.

Kendati masih dalam proses pengkajian dan wacana, Komisi II DPRD Samarinda yakin bahwa metode penarikan parkir kendaraan dengan sistem berlangganan tersebut bisa meningkatkan PAD secara signifikan.

Diungkapkan Ketua Komisi II, Fuad Fakhruddin pada Rabu (24/11/2021), Komisi II melihat potensi yang menjanjikan dalam penerapan sistem parkir berlangganan.

"Jadi retribusi itu ditarik saat perpanjangan STNK, ada wacana seperti itu, saya kira kalau itu diberlakukan besar yang akan masuk," tutur Fuad Fakhruddin.

Baca juga: Cegah Kemacetan di Taman Bebaya Samarinda, Polisi akan Tertibkan Warga yang Parkir di Pinggir Jalan

Baca juga: Antisipasi Parkir di Pinggir Jalan Sekitar Taman Bebaya, Polisi Piket di Sepanjang Zero Tolerance

Dalam penghitungan yang dilakukan oleh Komisi II tentang pendapatan daerah dari sektor parkir, Fuad Fakhruddin mengemukakan dengan nilai setoran puluhan miliar rupiah, jumlah kendaraan yang parkir di masing-masing titiknya dalam satu hari hanya dua kendaraan saja.

"Kan faktanya tidak mungkin seperti itu, sedangkan jumlah kendaraan kita di Samarinda sudah hampir 600.000 kendaraan," jelas anggota fraksi Gerindra tersebut.

Fuad juga meyakinkan Komisi II akan mendorong upaya Pemkot untuk menerapkan sistem penarikan yang bisa berkontribusi terhadap pendapatan.

Ia mengemukakan Pemkot dapat mencontoh daerah lain yang menerapkan sistem parkir serupa.

"Bagi pelaku parkirnya sendiri bisa digaji sesuai UMR, jadi tidak ada lagi pungutan di lokasi," kata Fuad apabila sistem E-parking dan parkir berlangganan nanti bisa diterapkan secara masif di Kota Samarinda.

Baca juga: Penuhi Target PAD, Kecamatan dan Kelurahan di Tarakan Gencar Monitoring Juru Parkir

"Jadi mereka betul-betul bekerja dan akan diawasi oleh Pemkot sendiri," ucapnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved