Selasa, 28 April 2026

Virus Corona

Waspada, Mutasi Baru Virus Corona Menyebar di Afrika, WHO Ingatkan Bahaya Covid-19 Tak Lepas Kendali

Waspada, mutasi baru Virus Corona menyebar di Afrika, WHO ingatkan bahaya Covid-19 tak lepas kendali

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Freepik
Ilustrasi virus Corona, virus corona varian delta plus telah teridentifikasi di Indonesia, bagaimana gejala dari varian baru Covid-19 ini 

TRIBUNKALTIM.CO - Varian baru Virus Corona yang bermutasi kembali ditemukan.

Kali ini, virus penyebab Covid-19 varian baru tersebut sudah menyebar di beberapa negara Afrika.

Negara-negara Eropa dan Asia juga sudah mengantisipasi pergerakan orang dari Afrika terkait menyebarnya varian baru Virus Corona ini.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pun mengingatkan agar varian baru B.1.1.529 tak lepas kendali.

Sebelumnya, dunia, termasuk Indonesia dihebohkan dengan beredarnya varian delta.

Varian yang berasal dari India ini membuat Indonesia dilanda pandemi gelombang ke dua.

Baca juga: Epidemiolog Bocorkan Kasus Covid-19 Indonesia 10 Kali Lipat dari Data, Bukti Wilayah Anies Baswedan

Baca juga: Epidemiolog Ingatkan Virus Corona Varian Baru B.1.1.529, Varian Super, Mutasi Melebihi Delta & Beta

Baca juga: Epidemiolog UGM Beber Analisa Mengerikan Covid-19, 80 Persen Warga Indonesia Terinfeksi Varian Delta

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul WHO Butuh Waktu Beberapa Minggu untuk Pahami Varian Baru Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) telah memperingatkan bahwa perlu 'beberapa minggu' untuk memahami risiko yang ditimbulkan oleh penularan varian baru Virus Corona (Covid-19) yang bermutasi dan telah terdeteksi di Afrika Selatan.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (26/11/2021), Juru Bicara WHO Christian Lindmeier memaparkan pendekatan organisasi tersebut yang berupaya mencegah varian B.1.1.529 itu agar tidak lepas kendali.

"Para peneliti sedang bekerja untuk memahami lebih banyak tentang mutasi dan apa varian ini berpotensi untuk menularkan," kata Lindmeier, pada hari Jumat waktu setempat.

Ia menyampaikan bahwa dibutuhkan 'beberapa minggu' untuk sepenuhnya memahami strain yang bermutasi ini.

WHO saat ini sedang menjajaki apakah varian tersebut perlu diklasifikasikan sebagai varian yang menarik atau yang menjadi perhatian.

Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan telah menandai bagaimana varian itu menunjukkan 'sejumlah mutasi yang mengkhawatirkan pada protein lonjakan'.

Para ahli telah mengindikasikan bahwa strain baru ini memiliki 30 mutasi, lebih dari dua kali lipat yang ada pada varian Delta yang telah melanda banyak negara-pada awal tahun ini.

Tentu saja, puluhan mutasi tersebut berpotensi memungkinkan varian baru ini untuk menghindari vaksin.

Pertemuan tanggap darurat yang diadakan WHO itu terjadi saat negara-negara Eropa mengambil tindakan cepat untuk membatasi perjalanan dari negara-negara di Afrika, setelah varian tersebut terdeteksi di benua itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved