Jumat, 10 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Serahkan Bantuan Alat Perkebunan ke Petani Pampang

Walikota Samarinda, Andi Harun menyerahkan bantuan Pemerintah Kota Samarinda berupa alat perkebunan kepada petani Desa Budaya Pampang

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
Walikota Samarinda Andi Harun menyerahkan bantuan peralatan pascapanen kepada petani kelurahan Budaya Pampang, Samarinda Utara, Senin (29/11/2021).TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Walikota Samarinda, Andi Harun menyerahkan bantuan Pemerintah Kota Samarinda berupa alat perkebunan kepada petani Desa Budaya Pampang.

Alat perkebunan berupa peralatan pasca panen itu diserahkan melalui dinas Pertanian Kota Samarinda kepada perwakilan kelompok tani yang ada di kelurahan Budaya Pampang, kecamatan Samarinda Utara, Senin (29/11/2021).

Adapun alat pascapanen yang diserahkan seperti keranjang, mangkok dan pisau sada untuk perkebunan karet, kemudian alat pendodos dan gerobak untuk perkebunan sawit warga serta peralatan pascapanen untuk petani aren yang diberikan secara simbolis oleh Andi Harun.

Dalam kesempatan itu juga dikukuhkan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Karet (UPPB) dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dari beberapa petani karet dan sawit di kelurahan Budaya Pampang.

Baca juga: Pengurus Masjid Al-Baqa Samarinda Seberang Sediakan 1000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat

Baca juga: Komunitas Yamaha MAXi Series Rolling City sambil Berbagi, Serentak di Balikpapan dan Samarinda

Baca juga: Genjot Capaian Vaksinasi di Kaltim, Nasdem Berikan 2.000 Dosis Pfizer di GOR Segiri Samarinda.

Wali kota Andi Harun mengharapkan, dengan diberikannya bantuan alat perkebunan pasca panen oleh Pemkot Samarinda ini bisa menjadikan hasil perkebunan oleh petani Pampang bisa jadi lebih produktif.

"Ini bisa memudahkan mereka dalam melakukan panen, dan kita harapkan hasil pascapanen nya bisa meningkat," kata Andi Harun.

Dalam kesempatan itu Andi Harun juga menerima beberapa masukan warga tentang permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam mengelola kebun nya.

Maka dari itu dengan dibentuknya UPPB dan KTPA dari petani Pampang, diharapkan selain meningkatkan produktivitas hasil kebun, petani juga mendapatkan pembinaan tentang pengolahan bahan baku perkebunan yang mereka hasilkan.

"Potensi (pertanian) nya sangat besar, disini banyak hal yang perlu kita benahi terutama soal banjir, karena itu juga berhubungan langsung dengan pertanian, kemudian akses jalan yang akan bertahap kita perbaiki," lanjut Andi Harun.

Adapun produksi karet oleh petani Pampang disebutkan sekitar 5 sampai 10 ton sekali panen.

Kepala Dinas Pertanian Kota Samarinda, Endang Liansyah mengemukakan bahwa harga karet yang diproduksi oleh warga bervariasi berdasarkan kualitas yang dihasilkan.

"Harga karet kalau yang bersih itu bisa Rp 20.000 per kilo nya, maka dengan adanya UPPB ini akan ada pembinaan kepada petani untuk meningkatkan kualitas karet nya," terang Endang menjelaskan.

Baca juga: Stok Darah di PMI Samarinda, Senin 29 November 2021, Golongan A Hanya Sisa 3 Kantong

Endang menuturkan bahwa dengan bantuan peralatan pascapanen UPPB ini, juga akan membuat petani tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi kebun, namun juga bisa meningkatkan harga tawar hasil kebun yang akan dijual nantinya.

"Dengan adanya pembagian alat pascapanen ini bisa menjadi media bagi petani untuk mengembangkan karet, mereka jadi tahu teknik merawat tanaman, cara memanen bibit hingga memanen nya," pungkas Endang. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved