Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Update Harga Minyak Goreng di Balikpapan, Kini Tembus Rp 40 Ribu Per Dua Liter

Kenaikan harga minyak goreng diramal akan terus berlanjut sampai kuartal I tahun 2022. Tercatat mengalami kenaikan hingga hampir dua kali lipat.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Lapak minyak goreng di Pasar Klandasan, Kota Balikpapan. Harga minyak goreng di Balikpapan meroket, sampai sentuh Rp 40 ribu per dua liter. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Harga eceran minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kota Balikpapan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kenaikan harga minyak goreng diramal akan terus berlanjut sampai kuartal I tahun 2022. Tercatat mengalami kenaikan hingga hampir dua kali lipat.

“Sekarang naik, dua liter Rp 40 ribu. Jadi seliternya, harganya Rp 20 ribu,” ujar seorang pedagang sembako di Pasar Klandasan Balikpapan Romi, Rabu (1/12/2021).

Kenaikan harga eceran minyak goreng ini telah terjadi kurang lebih selama satu bulan sejak awal November lalu.

Senada, hal serupa juga disampaikan oleh Agus, seorang pedagang sembako lainnya di Pasar Klandasan.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kemasan di Nunukan Naik hingga Tembus Rp 92 Ribu, Warga Andalkan Produk Malaysia

Baca juga: Harga Minyak Goreng Melonjak di Malinau, Disperindagkop akan Gelar Pasar Murah untuk Stabilkan Harga

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Bontang Naik Rp 40 Ribu, DKP3 Bantu Warga

Pihaknya terpaksa menjual minyak goreng dengan harga tinggi lantaran harga jual yang diterimanya dari pihak distributor sudah melambung.

Menurutnya, saat ini banyak distributor minyak goreng yang tidak memiliki stok, sehingga mempengaruhi kenaikan harga.

“Sudah hampir sebulan. Per liter Rp 20 ribu. Awalnya Rp 12 ribu. Untungnya cuma seribu saja,” terangnya.

Kenaikan harga minyak goreng, juga diikuti oleh produk turunan lainnya seperti mentega yang awalnya hanya Rp 150 ribu per kardus ukuran 15 kilogram, naik menjadi Rp 185 ribu.

Meski demikian, kondisi kenaikan harga minyak goreng tersebut tidak mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat.

Sehingga, kebanyakan pedagang yang berjualan pun masih berani mengambil kepada pihak distributor meski harga sedang tinggi.

“Mentega juga naik, Rp 185 ribu per kardus 15 kilo, awalnya Rp 150 ribu. Tapi pembeli tetap beli ja, gak ada masalah,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved