Berita Malinau Terkini
Kerap Tergenang Banjir, Pasar Induk Malinau Kota Butuh Perbaikan Drainase
Lapak pedagang di Pasar Induk Malinau Kota kerap tergenang banjir seusai diguyur hujan semalaman
TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU- Lapak pedagang di Pasar Induk Malinau Kota kerap tergenang banjir seusai diguyur hujan semalaman.
Kondisi tersebut disinyalir karena sistem drainase yang belum memadai. Jika diguyur hujan deras, blok Pasar Induk jadi langganan banjir.
Pedagang Sayur Pasar Induk Malinau Kota, Muliati mengatakan ukuran dan luas parit pembuangan terlalu kecil.
Jika diguyur hujan deras, debit air tidak tersalurkan maksimal melalui sistem drainase yang mengitari pasar tersebut.
"Sudah langganan banjir kalau musim hujan. Karena paritnya terlalu kecil jadi airnya tergenang. Yang capek itu, setelah banjir kita harus bersihkan. Ngepel terus," ujarnya, Kamis (2/12/2021).
Baca juga: Bantuan Hukum Terbatas Legalitas, Musyawarah Korpri Malinau Bahas Urgensi LKBH
Baca juga: Harga Sawit di Malinau Naik Rp 2.550/Kg, Petani Minta Pemerintah Waspadai Potensi Konflik Agraria
Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik Jadi Rp 20 Ribu di Malinau, Dikhawatirkan Picu Kenaikan Komoditas Lain
Rencana perluasan sistem drainase Pasar Induk Malinau tersebut sebelumnya telah diajukan kepada Pemerintah Daerah.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindagkop Malinau, Nasion Udon menyampaikan usulan perbaikan drainase telah diajukan melalui usulan Revitalisasi Pasar.
"Memang yang paling penting ini sistem drainase, selokan pasar. Usulan perbaikan sudah kami sampaikan, masuk dalam rencana revitalisasi pasar," ungkapnya.
Usulan anggaran revitalisasi Pasar Induk Malinau Kota bersumber dari APBN telah diajukan dengan total senilai Rp 4 miliar.
Nasion Udon mengatakan usulan revitalisasi pasar induk Malinau Kota juga mencakupi peremajaan sejumlah fasilitas di pasar tersebut.
Baca juga: Dari Program Ketahanan Pangan TNI AD, Poktan Binaan Kodim Sumbang 360 Ton Gabah Kering di Malinau
"Kita sudah ajukan kemarin melalui APBN. Kita ajukan kemarin 4 miliar, itu usulan. Persetujuannya kami menunggu dari pemerintah pusat. Rehabilitasi paling penting di blok D karena sering banjir," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/suasana-di-blok-d-pasar-induk-desa-malinau-kota-kabupaten-malinau.jpg)