Kamis, 7 Mei 2026

Soroti Izin Pertambangan, Ganjar Minta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Duduk Bersama

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka acara Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Pengelolaan Sektor ESDM dan Musyawarah Nasional Kepengurusan

Tayang:
Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat membuka acara Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Pengelolaan Sektor ESDM dan Musyawarah Nasional Kepengurusan Asosiasi Dinas Pengelola ESDM Provinsi Se-Indonesia di Kantor Dinas ESDM Jateng, Jumat (3/11/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka acara Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Pengelolaan Sektor ESDM dan Musyawarah Nasional Kepengurusan Asosiasi Dinas Pengelola ESDM Provinsi Se-Indonesia (APESDMPI) di kantor Dinas ESDM Jateng, Jumat (3/11/2021).

Baca juga: Dubes Bangladesh Temui Gubernur Ganjar, Jajaki Kerja Sama Investasi hingga Pendidikan

Pada acara yang digelar secara hybrid tersebut, sejumlah kepala Dinas ESDM di Indonesia ikut hadir secara langsung di Semarang di antaranya dari Papua, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Bangka Belitung dan lain sebagainya.

Dalam forum itu, Ganjar meminta agar ada pembahasan serius terkait pengelolaan penambangan sumber daya mineral.

Di tengah pertumbuhan jumlah penduduk dan eksplorasi, maka lingkungan akan terancam.

"Hari ini saya senang, asosiasi Dinas-Dinas ESDM seluruh Indonesia berkumpul. Isunya menarik, tentang bagaimana mengelola sumber daya mineral di Indonesia untuk kemakmuran rakyat," tuturnya

Baca juga: Kota Bontang Belajar Smart City ke Jawa Tengah, Inilah Pesan Gubernur Ganjar Pranowo

Ganjar juga berpesan kepada kepala Dinas ESDM untuk terus menjunjung tinggi integritas.

Pasalnya, persoalan ESDM ini banyak terjadi praktik korupsi karena sumber uang besar ada di sana.

"Maka teman-teman asosiasi bertemu untuk mereview tentang berbagai persoalan yang ada. Saya titip, ayo kita jaga integritas di dunia ke ESDM-an ini," tuturnya.

Soroti Izin Penambangan

Pada kesempatan itu, Ganjar juga meminta pemerintah pusat tidak asal memberikan izin penambangan.

Sebab akibatnya, pemerintah daerah yang terkena dampak kerusakan lingkungan akibat izin-izin itu.

"Sekarang perizinan penambangan diambil pusat dengan Online Single Submission (OSS). Itu memang bagus, usahanya cepet banget dan masyarakat pasti puas. Tapi akibatnya, kami di daerah yang pusing," katanya.

Baca juga: Ikut Main Film Yowis Ben 3, Ganjar Pranowo: Syutingnya Seharian, tapi Nongolnya Cuma Sebentar

Ia mencontohkan di sekitar lereng Gunung Merapi tepatnya di Klaten, dulu hanya ada delapan penambang resmi yang memiliki izin.

Mereka bisa dikontrol dan diawasi.

Tapi setelah perizinan ditarik ke pusat, saat ini ada banyak izin penambangan bermunculan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved