Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

Capaian Vaksinasi Jadi Penentu, Samarinda Masuk dalam PPKM Level 1

Kota Samarinda menjadi salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Timur yang masuk dalam kriteria Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lev

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF
Ilustrasi Walikota Samarinda Andi Harun meninjau kegiatan vaksinasi di Big Mal Samarinda, Kota Samarinda masuk dalam penerapan PPKM level 1 setelah selama sebulan lebih menerapkan PPKM level 2. TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kota Samarinda menjadi salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Timur yang masuk dalam kriteria Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 65 tahun 2021.

Status PPKM itu disebutkan berlaku mulai tanggal 7 hingga 24 Desember 2021 dari Inmendagri yang terbit pada selasa (7/12/2021) tersebut.

Di provinsi Kaltim kota Samarinda berada pada status PPKM level 1 bersama kota Balikpapan, serta kabupaten Penajam Paser Utara dan Mahakam Ulu.

Turunnya level PPKM Kota Samarinda setelah sejak awal bulan November 2021 menerapkan PPKM level 2, saat ini ibu kota provinsi Kaltim telah berada di level 1 berdasarkan ketentuan dari pemerintah pusat.

Walikota Samarinda, Andi Harun mengatakan, dengan turunnya level PPKM di kota Samarinda dari level 2 menjadi level 1, maka dapat memungkinkan adanya relaksasi lagi dalam kegiatan masyarakat terutama sektor ekonomi.

Baca juga: Banyak Pihak Bantu Vaksinasi bagi Masyarakat Kukar, Wakil Ketua DPRD Alif Turiadi Berikan Apresiasi 

Baca juga: Binda Kaltim di Bontang Jemput Bola, Gandeng Ormas dan LSM Gelar Vaksinasi Covid-19

Namun walikota juga menekankan agar masyarakat juga terus waspada meskipun status Kota Samarinda sudah berada di PPKM level 1 dengan kondisi penyebaran Covid-19 yang semakin menurun.

“Kita terus waspada, kegiatan ekonomi, sosial dan pendidikan masyarakat sudah berjalan, maka kita harus pastikan kesinambungannya, apalagi saat ini ada varian Omicron,” pesan Andi Harun, Selasa (7/12/2021).

Andi Harun pun belum menerbitkan instruksi walikota tentang berubahnya status penerapan PPKM di Kota Samarinda tersebut yang dikatakannya akan ditindaklanjuti segera.

Kendati turunnya level PPKM di Samarinda hingga tanggal 24 Desember nanti, walikota juga memastikan tetap akan melakukan pengetatan mobilitas masyarakat menjelang dan pada masa perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Meskipun secara nasional, pemerintah pusat juga telah membatalkan penerapan PPKM level 3 di seluruh daerah, namun Andi Harun merasa perlu untuk menjaga kewaspadaan untuk menghindari timbulnya situasi yang tidak bisa diprediksi.

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa di perayaan Nataru akan kita perketat, seperti misalnya pelaksanaan natal di rumah ibadah harus prokes, kemudian perayaan tahun baru di luar area publik sedang dipertimbangkan untuk ditiadakan, kemudian kegiatan di mal diimbau untuk tidak dilaksanakan,” ujar Andi Harun memaparkan.

Baca juga: Capaian Vaksinasi di Kutim Rendah, Dinkes Minta Camat Data Warga yang Sudah Vaksin

Per tanggal 7 Desember 2021, data Dinas Kesehatan Kota Samarinda menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah kecamatan di Kota Samarinda telah berada di zona hijau dengan nihil kasus aktif Covid-19.

Hanya tersisa tiga kecamatan yang masing-masing memiliki 1 kasus aktif dan berstatus zona kuning.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih mengungkapkan bahwa turunnya level PPKM di Kota Samarinda menjadi level 1 di antaranya adalah faktor capaian vaksinasi.

Untuk dosis pertama, capaian vaksinasi telah meliputi 77 persen penduduk Kota Samarinda, sedangkan vaksinasi dosis kedua juga telah mencapai 52 persen.

“Terutama vaksinasi lansia, karena lansia itu vaksinasinya harus di atas 50 persen, itu salah satu faktornya, karena Covid-19 cenderung berbahaya bagi lansia,” ucap Ismed Kusasih. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved