Natal dan Tahun Baru
Stok Cabai Rawit Menipis, Disperindagkop Malinau Bakal Periksa Komoditas di Pasaran
Harga cabai rawit melambung jelang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Kabupaten Malinau.
TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Harga cabai rawit melambung jelang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Kabupaten Malinau.
Kenaikan harga komoditas pertanian tersebut dikarenakan minimnya ketersediaan stok cabai rawit lokal.
Minimnya pasokan komoditas lokal disinyalir akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dan curah hujan tinggi yang mengakibatkan hasil panen menipis.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Malinau, Frans Tonapa mengakui kenaikan harga tersebut diakibatkan karena minimnya ketersediaan cabai rawit.
Ketersediaan stok mengandalkan pasokan cabai rawit dari luar daerah. Saat ini, harga cabai rawit dijual Rp 140 ribu di pasar.
Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru di Malinau, Harga Cabai Rawit Naik Rp 140 Ribu per Kilogram
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Sangatta Kutim Pekan Ketiga, Terus Meroket Lebih dari Rp 50 Ribu
Baca juga: Harga Sembako di Tana Tidung, Cabai Rawit Semakin Mahal, Stok Bergantung dari Luar Daerah
"Ada kenaikan harga karena stok cabe rawit lokal kurang. Jadi pedagang mengandalkan stok dari luar, diambil dari Berau dan dari Samarinda," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (7/12/2021).
Disperindagkop Malinau dijadwalkan akan mendata ketersediaan komoditas sejumlah pasar di wilayah perkotaan.
Dikhawatirkan, minimnya stok cabai rawit memicu kenaikan dan stabilitas harga di pasaran menyambut perayaan Hari Raya Nata 2021 di Malinau.
Temuan Disperindagkop Malinau, kenaikan harga disebabkan karena kurangnya persediaan cabai rawit lokal.
"Naiknya harga memang karena stok lokal yang kurang. Kami akan menjadwalkan Sidak, pemeriksaan di pasar. Jadi tidak hanya Cabai tapi seluruh harga sembako juga kita pantau," ungkapnya.
Pengawasan dan pemantauan harga dilakukan untuk memeriksa ketersediaan stok komoditas jelang Nataru. Juga untuk menjaga stabilitas harga komoditas di Malinau. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kondisi-pasar-induk-malinau-kota-provinsi-kalimantan-utara.jpg)