Breaking News:

Berita Berau Terkini

Banyak Potensi Bisa Dikembangkan di Buyung-buyung Berau, Kepala Kampung Akui Perlu Difasilitasi

Kepala Kampung Buyung-buyung, Mustafa menjelaskan, potensi utama yang ada di Kampung Buyung-buyung adalah sentra padi sawah

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kepala Kampung Buyung-buyung, Mustafa. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kepala Kampung Buyung-buyung, Mustafa menjelaskan, potensi utama yang ada di Kampung Buyung-buyung adalah sentra padi sawah.

Luas tanah pertaniannya kurang lebih mencapai 1.000 hektare namun yang tergarap saat ini sekitar 500 hektare. Selain itu, perikanan tangkap juga memiliki potensi yang besar.

“Alhamdulillah hasil tangkapannya selalu berlimpah. Ada juga potensi wisata mangrove dan itu coba kami kembangkan,” ucapnya, Kamis (8/12/2021).

Lebih lanjut, Ia mengatakan, untuk dorongan dari Pemkab Berau khususnya dari Dinas Pertanian dan Peternakan sangat mendukung petani yang ada di Kampung Buyung-buyung, baik dari bibit maupun alat pertanian.

“Harapannya ke depan agar seluruh masyarakat berau memakan beras lokal asal Kampung Buyung-buyung,” sambungnya.

Baca juga: PLN Berau Resmikan Penyalaan Listrik di Kampung Buyung-Buyung dan Semurut

Baca juga: NEWS VIDEO Nelayan di Kampung Buyung-buyung Berau Keluhkan Langkahnya BBM Jenis Solar

Baca juga: Jelang Nataru Tempat Wisata di Berau Tak Ditutup, Banyak Wisatawan Pesan Hotel untuk Akhir Tahun

Menurutnya, berkat mangrove yang terjaga, selain ada potensi wisata, hasil tangkapan ikan juga selalu berlimpah sepanjang tahunnya. Ia mengaku, pihaknya sedang berusaha mengembangkan wisata mangrove yang semua anggarannya bersumber dari dana kampung.

“Setelah membuka jalan kampung sepanjang 6 kilometer untuk mengakses wisata masngrove itu, harapnnya Pemkab Berau bisa melanjutkan untuk meningkatkan kualitas jalan yang ada. Khususnya Dinas PUPR bisa mengambil alih pengerjaan supaya lebih maksimal ke depannya,” tuturnya.

Kemudian ada dermaga yang rencananya akan dibangun. Dikatakan Mustafa, tahun 2019 lalu sudah masuk perencanaan Dinas Perhubungan, dirinya berharap pada tahun 2022 sudah ada terlihat bangunan fisiknya. Dermaga ini juga menunjang perekonomian masyarakat di tiga RT yang aksesnya masih cukup sulit untuk mengangkut hasil perikanannya.

“Kami memiliki 11 RT dan tiga diantaranya masih memiliki akses yang cukup sulit untuk dijangkau,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau, Madri Pani berharap Pemkab Berau bisa mendorong sektor diluar pertanian yang berpotensi di Kampung Buyung-buyung.

Baca juga: KONI Berau Tinjau Lokasi Venue di Biduk-biduk, Persiapan Porprov 2022

Politikus Partai NasDem ini meminta agar perhatian kepada Kampung Buyung-buyung tidak hanya pada sektor pertania. Terlebih masyarakat juga meminta bantuan untuk peningkatan jalan kampung sepanjang enam kilometer yang telah dibangun warga.

“Saat ini kondisi jaringan internet di Kampung Buyung-buyung juga belum memadai, saya harap secepatnya maslah ini bisa teratasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai potensi seperti sektor perikanan tangkap dan pariwisata juga ada di Kampung Buyung-buyung. Hal ini seharusnya membuat pemerintah menyadari keberadaan Kampung Buyung-buyung dengan kekayaan alam yang berlimpah.

“Bagaimana bisa bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa adanya fasilitas penunjang seperti akses jalan yang memadai,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved