Berita Berau Terkini

Jelang Nataru Tempat Wisata di Berau Tak Ditutup, Banyak Wisatawan Pesan Hotel untuk Akhir Tahun

Sebelum PPKM Level 3 diberlakukan sebagaimana antisipasi Natal dan Tahun Baru, pihak BPBD Berau menemukan kawasan perhotelan di daerah pariwisata Bera

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kepala BPBD Berau, Thamrin. Pihaknya melakukan monitoring dan menemukan bahwa banyak sekali penginapan dan hotel yang sudah di booking sampai awal tahun 2022. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sebelum PPKM Level 3 diberlakukan sebagaimana antisipasi Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihak BPBD Berau menemukan kawasan perhotelan di daerah pariwisata Berau, hampir secara keseluruhan menjelang akhir tahun telah dipesan oleh calon wisatawan.

Kepala BPBD Berau, yang juga merupakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten, Thamrin mengakui pihaknya sebelumnya melakukan evaluasi dan monitoring di kawasan wisata Berau, baik di Kepulauan Derawan, Maratua, maupun daerah pesisir lainnya.

Padahal, di akhir tahun PPKM Level 3 akan dijalankan sesuai dengan instruksi Mendagri No 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan Tahun Baru 2021.

“Kami lakukan kemarin monitoring dan menemukan bahwa banyak sekali penginapan dan hotel yang sudah di booking sampai awal tahun,” bebernya kepada TribunKaltim.co, Senin (6/12/2021).

Kendati begitu, Thamrin mengakui hal tersebut tentu wajar, lantaran Berau berstatus Level 2 dan kasus semakin melandai.

Baca juga: Tiap Tahun Pulau Derawan Kehilangan 1 hingga 2 Meter Daratannya akibat Abrasi

Baca juga: Yuk Mengenal Tehe-tehe Kuliner Khas Suku Bajau di Pulau Maratua, Disajikan untuk Tamu Khusus

Namun, pihaknya tentu harus memonitoring secara masif di mana pemberlakukan Level 3 nantinya.

Mengantisipasi adanya lonjakan kasus, sesuai aturan pihaknya tentu berpedoman dengan instruksi Mendagri dan tidak menutup lokasi wisata, namun meminta dengan tegas untuk pembatasan sebanyak 50 persen.

“Harapannya memang meminta Satgas kecamatan, kelurahan hingga ke tingkat RT jika ada, untuk memantau penuh daerah rawan, ini juga kerja sama dengan seluruh jajaran Forkopimda Berau,” ujarnya.

Dari total 13 kecamatan di Berau, diakui Thamrin, saat ini terdapat sebanyak 10 kawasan zona hijau, kendati Virus Corona masih menjadi ancaman dan kekhawatiran pihaknya.

Itu sebabnya Thamrin meminta langsung dari kecamatan agar tidak terlena dengan status zona hijau yang bisa saja bisa membahayakan kembali.

“Agak rawan memang, tapi sesuai dengan aturan, tidak bisa juga menutup tempat wisata. Kalau dari instruksi yang ditutup daerah lapangan terbuka seperti alun-alun, kalau di Berau ini di GOR Pemuda itu,” jelasnya.

Baca juga: Objek Wisata Pulau Maratua Perlu Berbenah, Warga Kampung Teluk Alulu Belum Dapat Akses Listrik PLN

Thamrin meminta tegas kepada pengelola usaha dan pelaku usaha pariwisata untuk bisa tetap mematuhi aturan dan protokol kesehatan.

Pihaknya juga meminta untuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagaimana penerapan 3T yang masih berlaku sejauh ini, begitu juga syarat vaksin.

“Kami selalu minta kepada pelaku usaha ya untuk tetap patuh dan menggunakan aplikasi dan persyaratan vaksin, karena warga dari luar Berau juga bisa masuk,” tuturnya.

Sementara itu, pihaknya bersama Satgas kabupaten, kecamatan dan kelurahan akan melakukan Operasi Yustisi di beberapa tempat, dimulai dari 24 Desember malam.

Pemberlakuan PPKM Level 3 nantinya, kata Thamrin, akan berlangsung hingga 2 Januari 2022.

“Kami akan tindak lanjuti dengan surat edaran tersendiri, dan aturan turunan dari Mendagri,” ucapnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved