Berita Samarinda Terkini

Fenomena Air Pasang Sungai Mahakam di Samarinda, BMKG Sebut Curah Hujan di Hulu Cukup Tinggi

Fenomena air pasang Sungai Mahakam yang terjadi beberapa waktu terakhir di Kota Samarinda menyebabkan sejumlah titik ruas jalan tergenang

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Banjir di kawasan Jalan Diponegoro dan jalan Ahmad Dahlan, Kota Samarinda akibat meluapnya air Sungai Mahakam.TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO. 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Fenomena air pasang Sungai Mahakam yang terjadi beberapa waktu terakhir di Kota Samarinda menyebabkan sejumlah titik ruas jalan tergenang.

Air sungai Mahakam nampak mulai pasang pada malam hari hingga puncaknya pukul 23.00 WITA, dimana akibat fenomena pasang tersebut ruas jalan sepanjang tepian Mahakam terendam air.

Mulai depan kantor Gubernur Kaltim jalan Gajah Mada hingga jembatan Mahakam jalan Slamet Riyadi luapan air Sungai Mahakam sempat menutupi jalan, padahal sebelumnya tidak dibarengi dengan hujan.

Dengan meluapnya air sungai Mahakam, keadaan itu juga berdampak kepada beberapa anak sungainya yang membelah Kota Samarinda, seperti Sungai Karang Mumus dan Sungai Karang Asam yang juga ikut meluap dan menggenangi sejumlah kawasan.

Mengenai fenomena air pasang itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Samarinda menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan meluapnya air sungai di Samarinda.

Baca juga: Banjir Rob di Kampung Baru Penajam, Lurah Diminta Bersurat Minta Bantuan Alat Berat

Baca juga: Banjir Rob Terjang 2 RT di Kelurahan Nenang, BPBD PPU Evakuasi Warga Terdampak

Baca juga: Petambak di Penajam Paser Utara Diterjang Banjir Rob, Rugi hingga Rp 20 Juta

"Menurut pantauan kami, kondisi air pasang itu dipengaruhi oleh fase bulan baru atau pun bulan purnama bersama air dari laut yang cukup tinggi," jelas Prakirawan BMKG Kota Samarinda, Wiwi Indrasari Azis kepada TribunKaltim.Co, Jum'at (10/12/2021).

Selain itu, curah hujan di daerah hulu sungai yang disinyalir cukup tinggi, juga menjadi salah satu sebab naiknya permukaan sungai terutama pada malam hari hingga merendam kawasan tepian dan sekitarnya.

Adapun ketinggian air yang masuk ke jalan raya akibat pasang tersebut berkisar 30 cm hingga 50 cm.

"Oleh karena itu kami ingatkan seluruh masyarakat agar selalu waspada beberapa hari ke depan terutama bila terjadi hujan yang cukup signifikan di daerah hulu sungai," ujar Wiwi mengimbau.

Kendati demikian BMKG memprakirakan bahwa hingga tanggal 11 Desember 2021, wilayah Samarinda tidak berpotensi diguyur hujan lebat.

Sebelumnya BMKG Samarinda telah mengemukakan peningkatan curah hujan dalam periode bulan Oktober 2021 hingga Februari 2022.

Baca juga: Banjir Rob Rendam Permukiman Warga Pesisir Tarakan, Korban Akui Setiap Tahun Dilanda Air Pasang

Selain itu, pada sore hingga malam hari suhu udara di Kota Samarinda juga secara konsisten mengalami penurunan di bawah 30 derajat Celcius.

Terkait dengan fenomena banjir akibat 0asang nya air sungai Mahakam, BMKG membenarkan bahwa hal itu termasuk dalam kategori banjir rob.

"Ya bisa dikatakan seperti itu (banjir rob)," tutup Wiwi (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved