Berita Penajam Terkini
Petambak di Penajam Paser Utara Diterjang Banjir Rob, Rugi hingga Rp 20 Juta
Sekitar puluhan hektar (ha) tambak di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Sekitar puluhan hektar (ha) tambak di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, diterjang banjir rob atau air laut pasang.
Akibatnya belasan ton ikan bandeng yang diternak petambak dan siap panen hanyut terbawa arus air laut sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar.
Musibah itu dialami oleh Saharuddin (43) salah satu dari dua belas (12) petambak ikan bandeng yang terdampak dari banjir rob yang terjadi pada Minggu (6/12/2021) di Kelurahan Kampung Baru.
Ratusan ikan bandeng siap panen miliknya hanyut terbawa arus air laut. Dirinya mengaku merugi hingga Rp 20 juta akibat musibah yang ia timpa.
Baca juga: Banjir Rob Rendam Permukiman Warga Pesisir Tarakan, Korban Akui Setiap Tahun Dilanda Air Pasang
Baca juga: Warga Baru Ulu Siap Direlokasi, Lokasi Pembangunan RS Balikpapan Barat Rawan Banjir Rob
Baca juga: Usai Fenomena Gerhana, BMKG Samarinda Peringatkan Potensi Banjir Rob hingga Awal Juni
Kalau di lprediksi rata-rata ada 400 ekor ikan bandeng dalam satu tambak itu.
"Jika dikalikan jadi satu petak tambak itu mencapai 1 ton ikan bandeng," ujar Saharuddin saat ditemui TribunKaltim.co di tambak miliknya, Senin (6/12/2021).
"Jika diuangkan harga bandeng biasanya perkilo Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu perkilo, kira-kira total itu bisa mencapai Rp 20 juta sampai 18 juta untuk satu petak," kata dia dengan raut muka pasrah.
Dirinya mengungkapkan bahwa fenomena air laut pasang memang terjadi setiap tahun di lahan tambak garapannya tersebut.
Satu persoalan yang ia hadapi saat inu adalah melakukan perbaikan atau penambahan tanggul agar mengantisipasi air laut pasang.
Baca juga: Tinggi Pasang Air Laut Setinggi 2,9 Meter, BMKG Balikpapan Imbau Rajin Cek Informasi Cuaca
"Kemarin sata gak sempat menambah tinggi tanggul, karena luas sekali tambaknya, masalahnya kalau cepat dipasang tanggul ikannya gak akan lepas terbawa arus air laut," kata dia.
Selain dia, ada 12 petambak yang mengalami hal serupa.
Bukan ini saja saja yang kena musibah, semua petambaka disini kena imbasnya.
Kalau disini kan semua sekitar ada sekktar 80 hektar tapi sudah sebagian dipanen.
"Jadi mereka ndak kena imbas. Yang kena imbas kira-kira 12 orang," ungkapnya.
Dirinya mengaku akan memaulai usahanya dari nol. Mencari modal kembali. Selain itu dirinya akan melakukan perbaikan tanggul agar lebih tinggi.